• Berita Terkini

    Kamis, 10 Desember 2015

    Panwaskab Sita Rp 1,075 Juta di Malam Coblosan

    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Uang sejumlah  Rp 1,075 juta yang sudah dibagikan kepada warga disita Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten (Panwaskab)  Kebumen. Penyitaan tersebut dilakukan karena diduga sebagai bentuk money politik yang dilakukan para tim sukses pasangan calon (timses paslon) Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Kebumen 2015.

    Ketua Panwaskab Kebumen, Suratno mengapresiasi pelaksanaan Pemilukada Kabupaten 2015 yang dinilainya berjalan cukup lancar, aman dan tertib. Indikasinya, tak ada gesekan dari para pendukung seperti dikhawatirkan di awal. "Awalnya ada potensi kerawanan namun pada waktunya berhasil diantisipasi sehingga tak terjadi," kata Suratno, dihubungi tadi malam (9/12/2015)

    Namun demikian, Suratno memberi catatan khusus pada dua hal yakni ketidaksiapan penyelenggara Pemilu dan ditemukannya praktek money politics (politik uang). Terkait penyelenggaraan, Panwas masih ditemukannya laporan pengawas TPS yang dilarang masuk ke TPS di Kecamatan Mirit dan Puring. Berikutnya, adanya surat suara yang seharusnya terbuka namun diterima pemilih dalam keadaan tertutup di Kecamatan Bonorowo dan Mirit. Satu lagi, layanan form A5 (bagi warga pindahan) yang baru bisa dilayani di atas jam 12.00 WIB padahal seharusnya bisa sebelum waktu tersebut. "Ini terjadi di Kecamatan Petanahan," katanya.


    Yang lebih disesalkan lagi, kata dia, masih ditemukannya indikasi praktek politik uang di sejumlah kecamatan. Untuk kejadian ini, Suratno mengatakan, pihaknya telah menyita barang bukti berupa uang tunai yang sudah diterima oleh warga. Uang tersebut ditemukan ditemukan di 3 kecamatan, masing-masing Kecamatan Sempor, Kecamatan Puring dan Karanganyar pada malam sebelum pencoblosan, Selasa (8/12).

    Rinciannya Rp 770 ribu di Kecamatan Sempor diduga dilakukan oleh tim sukses (timses) paslon nomor urut 2, Rp 250 ribu di Kecamatan Karanganyar (paslon 1) serta Rp 55 ribu di Kecamatan Puring (paslon 1, 2 dan 3). Menindaklanjuti kejadian ini, Panwas berkoordinasi dengan petugas lainnya tengah memproses temuan tersebut. "Saat ini kita sedang memeriksa saksi-saksi," katanya.(cah)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top