• Berita Terkini

    Friday, July 21, 2017

    Ini Kronologi Kecelakaan Maut Mobil Odong-odong Sempor

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-  Satu orang tewas dan delapan lainnya mengalami cedera kepala, akibat kecelakaan kereta kelinci (mobil odong-odong) di Desa Bonosari Kecamatan Sempor, Kamis (20/7/2017) sekitar pukul 11.30 WIB. Muslikhah salah satu korban menceritakan detik-detik kejadian mengerikan tersebut.

    Ditemui di RS PKU Muhammadiyah Gombong, Jumat (22/7/2017), Muslikhah warga Desa Selokerto mengatakan  awalnya mereka berniat kondangan bersama. Pemilihan menggunakan odong-odong dengan alasan praktis dan menampung banyak penumpang.

    Jumlah total penumpang odong-odong dengan anak-anak mencapai 11 orang dengan tujuan Desa Jatinegoro, Kecamatan Sempor. Awalnya, tidak ada masalah saat kereta kelinci yang dikemudikan Eko Supardi (30) itu melaju. Suasana gembira pun meliputi seluruh penumpang.

    Namun, sesampai di lokasi kejadian, tiba-tiba kereta kelinci yang saat itu melintas di atas jalan rabat beton, tak kuat menanjak, sebelum kemudian odong-odong berjalan mundur dan akhirnya masuk sungai. Kepanikan pun terjadi ketika odong-odong berikut belasan penumpang tersebut terjun bebas dari ketinggian 4 meter.

    “Waktu itu saya sedang duduk sambil memangku anak, tiba-tiba mobil tidak kuat menanjak, mundur dan masuk ke jurang,” ujar Muslikhah.

    Evakuasi pun dilakukan. Hingga kemudian, para korban dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Gombong. Hingga kemarin, Muslikhah beserta 7 korban lain masih dirawat di RS PKU Muhammadiyah Gombong. Korban yang seluruhnya warga Desa Selokerto Kecamatan Sempor itu mengalami cedera pada bagian kepala.

    Total ada 9 korban dalam peristiwa tersebut. Dari jumlah tersebut, Septiana Dwi Safitri (8), nyawanya tak tertolong dan meninggal dunia pada Kamis malam (20/7/2017) atau beberapa jam setelah menjalani perawatan. Adapun sopir kereta naas itu, Eko Supardi (30) warga RT 1 RW 2 Desa Selokerto hanya mengalami luka ringan.

    Sebelumnya, Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti SSos melalui Kanit Laka Aiptu Sugeng Riyadi mengatakan, pihaknya masih menyelidiki kejadian ini. Dari hasil penyelidikan sementara, kecelakaan terjadi lantaran faktor alam berupa kondisi jalan yang menanjak. Sedangkan faktor kelalaian manusia disebabkan tidak hati-hatinya pengendara mobil odong-odong. Selain itu kondisi mobil juga sudah tua dan kapasitas penumpang juga terlalu banyak.

    Hal senada juga disampaikan oleh Budi (34) salah satu warga Selokerto. Menurutnya, tanjakan yang berada dijalan tersebut mempunyai tingkat kemiringan 30 -40 derajat. Jalan menanjak sepanjang dan setinggi sekitar 8-10 meter. “Jalan tersebut memang menanjak dan rawan, selain itu juga wingit (angker), kecelakaan berulang kali terjadi pada jalan itu. Bahkan belum ada satu bulan  terdapat truk yang terguling. Beruntungnya tidak terdapat korban jiwa,” ucapnya.(mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top