• Berita Terkini

    Monday, May 15, 2017

    Oknum Suporter Rusak Rumah Warga Magelang

    MAGELANG SELATAN - Oknum suporter sepakbola kembali berbuat ulah di Kota Magelang, Senin (15/5) sekira pukul 01.00 WIB dini hari lalu. Seratusan orang itu secara tiba-tiba melempari rumah warga, ketika melintasi Jalan Jenderal Sudirman, Kampung Karanggading, Kelurahan Rejowinangun Selatan. Akibat tindak anarkitis itu, rumah warga dan kendaraan roda empat yang berada dekat dengan jalan raya banyak yang rusak.

    Insiden itu terjadi seusai suporter yang mengenakan baju hijau yang diduga adalah pendukung kesebelasan PSS Sleman, melintasi kawasan Kota Magelang. Sebelumnya, mereka baru saja dari Kabupaten Batang untuk mendukung tim kesayangannya bertanding menjadi tim tamu.

    Setibanya di Jalan Jenderal Sudirman Kampung Karanggading, tiba-tiba sejumlah suporter melempari rumah warga menggunakan batu. Sontak hal itu menimbulkan kepanikan. Banyak warga yang mendapati rumahnya dirusaki langsung ke luar dan gantian membalas barisan para suporter itu dengan lemparan batu. Ada pula yang memilih tetap di dalam karena ketakutan.

    Salah seorang saksi mata, yang juga anggota Satlinmas, Satpol PP Kota Magelang, Nahdi mengatatakan kericuhan terjadi ketika beberapa suporter yang memakai atribut hijau hitam melempari batu ke arah rumah warga dan kendaraan roda empat yang terparkir di tepi jalan.

    "Saya kebetulan berada agak jauh dari tempat kejadian perkara. Kurang tahu apa, latar belakangnya, karena dalam waktu cepat, tiba-tiba kerusuhan terjadi," katanya.

    Aparat keamanan, Kepolisian dan Satpol PP sebenarnya sudah berjaga-jaga di kawasan itu. Namun, insiden terjadi begitu cepat, sehingga Nahdi dan anggota Linmas lainnya hanya bisa melakukan tindakan persuasif dan pengamanan jalan.

    "Kepolisian sudah mencoba melerai dan berhasil. Akibat kejadian itu memang sempat membuat kepanikan warga. Ada yang lari ke luar dari kerumumanan massa," paparnya.

    Tak hanya terlibat bentrok, para suporter juga merangsek masuk ke dalam kampung. Kondisi makin mencekam ketika mereka mengancam warga Karanggading untuk keluar rumah.

    "Saat itu saya sedang duduk-duduk di depan gang bersama empat teman saya. Saya melihat konvoi sepeda motor dan mobil dengan atribut PSS Sleman, kemudian berteriak dan sambil mengayunkan besi dan pentungan. Saya langsung dikejar dan terkena pukulan di tangan," ujar Eko (35) seorang warga Rt 01 Rw 2 Karanggading, Rejowinangun Selatan.

    Eko mengisahkan saat dikejar, dirinya langsung lari berteriak minta tolong ke arah pojok Pasar Rejowinangun. "Saya terkena sabetan kayu di tangan saat lari," katanya.

    Warga lainnya Herman (33) yang juga adik kandung dari Eko mengaku saat insiden terjadi ia tengah tertidur pulas. Tiba-tiba terdengar suara keributan dan membangunkannya.

    "Baru mau buka jendela melihat ada apa, ada pukulan ke jendela yang membuat kaca depan rumah saya pecah. Terus terang saya tidak berani keluar," akunya.

    Ia dan keluarganya tetap berada di rumah. Meski beberapa orang yang betindak anarkitis itu menggedor-gedor pintu dan memecah kaca jendelanya. Dari dalam rumah, ia bisa melihat dengan jelas insiden itu.

    "Mereka teriak-teriak sambil membawa senjata tajam, pedang, kayu, ada juga yang bawa besi. Sambil memukul kaca jendela mereka memaksa warga supaya keluar dari rumah," katanya.

    Sontak hal tersebut membuat suasana di sekitar Jalan Sudirman dan Karanggading mencekam. Warga pun histeris ketakutan, melihat perilaku "kesetanan" yang ditunjukkan para suporter sepakbola itu.

    "Mereka menyuruh warga keluar rumah untuk diajak berkelahi. Mereka juga melempari rumah warga dengan batu bata dan memukul-mukul rumah warga. Banyak warga yang tidak berani keluar karena takut jadi sasaran," kata Khumaidi, Ketua RT 01 RW II Rejowinangun Utara.

    Khumaidi mengaku bahwa warga Karanggading tidak menyangka akan ada serangan dari suporter PSS Sleman dan merangsek masuk ke kawasan perkampungan. Tindakan anarkitis tersebut sangat tidak etis, bahkan menyerupai dengan aksi teror yang ditebarkan kepada warga.

    "Warga yang dikejar itu teriak minta tolong. Situasi sangat mencekam. Kemudian beberapa warga Magersari (sisi barat Karanggading) memberikan serangan balasan kepada suporter. Mereka membalas menyerang konvoi dan merusak mobil para perusuh," imbuh Khumaidi.

    Menurut informasi yang ia dapat, Khumaidi menjelaskan bahwa para suporter PSS Sleman melintasi Kota Magelang seusai mendukung tim mereka dari Batang.

    "Informasinya bukan hanya Karanggading yang kena sasaran. Mereka melakukan perusakan sepanjang jalan mulai dari Secang," katanya.

    Terisah, Kapolres Magelang Kota AKBP Hari Purnomo saat dikonfirmasi membenarkan adanya insiden kerusuhan itu. Namun berkat kesigapan anggota, aksi berhasil diredam dan tidak semakin parah.

    "Anggota sudah di lapangan. Untuk sementara, petugas ditempatkan di tempat-tempat rawan. Sudah dikerahkan," ujarnya.

    Ia meminta warga yang tinggal di Karanggading maupun Kelurahan Magersari untuk bisa menahan diri dan tidak terpancing untuk melakukan aksi balasan.

    "Kasus ini masih ditangani dan secepat mungkin diselidiki secara mendalam. Saya minta warga untuk tetap tenang dan tidak resah," jelasnya. (wid)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top