BPJS

BPJS
  • Berita Terkini

    HONDA SUPRA GTR

    Sabtu, 23 November 2019

    Kebumen Waspada Tipes, Juga Demam Berdarah

    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Penyakit tipes atau demam tifoid merupakan penyakit menular. Penyakit  tersebut disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Bakteri ini bisa terdapat pada makanan atau minuman yang terkontaminasi.

    Pada beberapa minggu ini kasus penyakit tipes di Kebumen mengalami peningkatan. Beberapa mengira hal ini dipengaruhi oleh musim Buah Mangga. Namun secara klinis tidak ditemukan korelasi antara musim Buah Mangga dan peningkatan penyakit tipes.

    Kepala Dinas Kesehatan Kebumen dr Hj Y Rini Kristiani MKes membenarkan jika terdapat peningkatan kasus tipes. Kendati demikian hal itu tidak dapat disebut wabah. Sebab penyakit ini cenderung ada sewaktu-waktu. “Memang ada peningkatan penyakit tipes. Ini baik di Puskesmas atau dokter praktik. Namun tidak bisa disebut wabah. Peyebabnya adalah bakteri. Untuk menghindarinya diperlukan pola hidup sehat,” tuturnya, Jumat (22/11/2019).

    Dijelaskannya, jika terdapat makanan dan minuman yang terkontaminasi bakteri Salmonella typhi, setelah dimakan di dalam usus bakteri tersebut akan menyebabkan tipes. Untuk itu dalam hal ini kebersihan sangat penting.

    Terkait dengan musim yakni pancaroba, memang tidak ada kaitannya langsung dengan peningkatan tipes. Kendati demikian musim kemarau dapat menyebabkan kurangnya kebersihan. Misalnya air yang digunakan untuk membersihkan bahan makanan atau lainnya, mungkin dapat terkontaminasi dengan bakteri. Untuk itu penting sekali mencuci bahan makanan sebelum dimasak menggunakan air matang. “Mencuci bahan makanan menggunakan air matang sangat penting. Tidak boleh diabaikan juga pola hidup sehat,” terangnya.
    Selain tipes, menghadapi musim hujan masyarakat juga perlu waspada terhadap demam berdarah. Penyakit ini disebabkan oleh Virus Dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Virus tersebut akan masuk ke aliran darah manusia melalui gigitan nyamuk.

    Penting diketahui, lanjut dr Rini, dulu nyamuk hanya menularkan saja. Yakni jika nyamuk menggigit penderita demam berdarah kemudian pindah menggigit yang lain maka orang tersebut akan tertular. Namun kini nyamuk dapat menjadi sumber demam berdarah. Artinya jika  terdapat nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang terkontaminasi dengan Virus Dengue lalu bertelur, maka setelah telur tersebut menetas nyamuk baru telah membawa Virus Dengue. “Ini artinya sangat berbahaya, disinilah pentingnya Pembarantasan Sarang Nyamuk (PSN),” ungkapnya.

    PSN dilaksanakan dengan meminimalisir tempat-tempat genangan air. Ini seperti sampah, kaleng, wadah plastik dan wadah-wadah lainnya. Intinya meminimalisasi wadah-wadah yang dapat menimbulkan genangan air. Sebab di wadah-wadah yang terdapat genangan air itulah nyamuk akan berkembang biak. “Dalam hal ini Dinas Kesehatan telah melakukan beberapa upaya. Diantaranya sosialisasi kepada masyarakat melalui Puskesmas,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top