• Berita Terkini

    HONDA BEAT

    Rabu, 27 Maret 2019

    Libatkan Seniman Kawakan, Lakon Tumenggung Kertinegara Bakal Mentas di TMII

    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Lakon Tumenggung Kertinegara dari babad Sruni Kebumen, bakal dipentaskan Duta Seni Kabupaten Kebumen di Anjungan Jawa Tengah Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Minggu (31/3/2019) mendatang.

    Pementasan tersebut didukung oleh 50 personil, yang terdiri dari seniman Jemblung, seniman karawitan, seniman kethoprak, seniman teater, penari putra dan penari putri.

    Menariknya, beberapa seniman kawakan yang cukup berpengalaman berkecimpung di kesenian tradisional di Kebumen, turut terlibat mendukung pementasan itu. Ini akan dikemas dalam bentuk kesenian Jemblung  dengan berkolaborasi dengan drama tari . Adapun para seniman kawakan yakni Gim Warjito SPd MPd, Widodo SSn, Bambang Sis SPd. Selain itu yakni  Pardiman, Genjik Suratno, Bagiyo dan Doyok Ramelan.

    Sutradara pementasan BE Susilohadi menyampaikan saat gladi acara, adanya dukungan dari para seniman-seniman senior tersebut, diharapkan pementasan duta seni tahun ini akan lebih baik. Selain itu juga lebih menarik dari tahun-tahun sebelumnya.

    Seniman Pardiman dari Desa Sitiadi Kecamatan Puring menyampaikan pihaknya selaku seniman telah main kethoprak  sejak tahun 1972. Tepatnya setamat melakanakan pendidikan STM. Kemudian Gim Warjito dari Harjodawa Kuwarasan telah main Kethoprak sejak tahun 1982, yakni setelah tamat SPG.

    Gim Warjito menyampaikan dirinya menjadi pemain kethoprak karena terinspirasi pada permainan kethoprak Pardiman di Puring. Ini saat berperan sebagai Tapak Deruk pada lakon Pedang Pusaka Gunung Arcapala.

    Gim Warjito yang kini menjabat sebagai Korwil Bidik Rowokele menyampaian selaku pelaku seni mengapresiasi secara maksimal. Pagelaran di TMII yang akan menunjukkan eksistansi Kabupaten Kebumen. Terutama dengan menggarap seni tradisi. “Karena seni tradisi merupakan elemen penting dalam garapan sumberdaya manusia dalam rangka membangun manusia seutuhnya,” katanya.

    Segmen seni tradisi, lanjut Gim,  ada di seluruh lapisan masyarakat.  Melalui tahapan kontemplasi wawasan kesenian harus bisa menyentuh hati manusia yang paling dalam.  Kontemplasi dalam seni adalah hening ke masa lalu. Masa lalu yang berkaitan dengan seni. Karena seni adalah kesan yang indah. Masa lalu tidak indah bila tidak dikaitkan dengan seni. “Salah satu seni yang berkitan dengan masa lalu diantaranya adalah seni tradis. Maka untuk menggarap sumber daya manusia khususnya generasi muda tidak boleh melupakan seni tradisi. Seni tradisi tidak boleh hilang dari tata kehidupan masyarakat,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top