HONDA DUO

  • Berita Terkini

    Minggu, 25 November 2018

    Perjuangkan Nasib, Tenaga Honorer Minta Tolong Pak SBY

    fotosaefur/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Tenaga honorer K2 terus mendesak pemerintah memikirkan nasib mereka. Yang terbaru, mereka bahkan "meminta tolong" kepada Ketua Umum Partai Demokrat yang juga Presiden Republik Indonesia ke-6, Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY).

    Permintaan kepada itu disampaikan para guru honorer saat bertatap muka dan serap aspirasi partai Demokrat bersama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di obyek wisata keluarga dan sejarah Benteng Van DerWijck Gombong, Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (24/11/2018).

    Selain Agus Harimurti Yudoyono, hadir pada kesempatan itu Lasmi Indriyani yang Calon DPR RI Demokrat untuk Daerah Pemilihan Kebumen Purbalingga Banjarnegara serta Ketua DPC Demokrat Kabupaten Kebumen, Joko Budi Sulistyanto. Mereka bertatap muka dengan Ketua Forum Honorer Indonesia (FHI), Titik Purwaningsih  dan ratusan honorer K2 dari Kebumen, Purbalingga dan Banjarnegara.

    Ketua Forum Honorer Indonesia (FHI), Titik Purwaningsih, menyampaikan, mereka punya alasan tersendiri meminta tolong Agus Harimurti dan SBY terkait nasib mereka. Ini tak lepas dari perjuangan mereka selama 5 tahun terakhir memperjuangkan nasib agar diangkat menjadi PNS namun tak kunjung mendapat kejelasan nasib dari pemerintah.

    "Ini ada benang merahnya. Di jaman Pak SBY bisa melahirkan PP (Peraturan Pemerintah) tentang K2. Tapi di pemerintahan sekarang ini, nasib kami malah tidak jelas," katanya kepada sejumlah awak media usai bertemu dengan AHY.

    Saat ini, kata Titik, masih ada 439 ribu honorer K2 seIndonesia yang belum terakomodir untuk menjadi PNS. Mereka terdiri dari 60 pekerjaan dan tersebar di berbagai instansi pemerintah. Dengan masa pengabdian 15-35 tahun, mereka belum juga terakomodir pemerintah untuk menjad PNS. Malah, menurut Titik, aturan CPNS sekarang ini yang memberlakukan pembatasan usia membuat peluang mereka nyaris tertutup menjadi PNS.

    Yang harus digarisbawahi, lanjutnya, Honorer K2 tercatat di BKN. Atau dengan kata lain, mereka ada karena aturan dari Pemerintah. Namun faktanya, nasib mereka saat ini jauh dari harapan ditambah masa depan yang tidak jelas. "Kami berharap, pemerintah membuat formula khusus agar honorer K2 ini dapat diangkat menjadi PNS. Ada anggota kami yang hingga pensiun berstatus honorer. Kalau di jaman Pak SBY bisa mengapa di masa pemerintahan ini tidak bisa," katanya.

    Kecewa dengan pemerintah, Titik mengamini, langkah hukum akan menjadi harapan terakhir mereka memperjuangkan nasib. "Jalur hukum kami tempuh biar yang benar terlihat benar dan salah terlihat salah. Mudah-mudahan (saat jalur hukum ditempuh) ada pihak yang memihak kepada kami. Berikan hak kami. Kami sudah mengabdi dan ada aturannya, " tegasnya.

    Agus Harimurti Yudoyono, menyatakan dukungannya kepada perjuangan honorer. Menurutnya, mereka berhak mendapat keadilan karena sudah berjuang dan mengabdi.

    Ketua DPC Demokrat Kebumen, Joko Budi Sulistyanto, menyampaikan kehadiran AHY bersama sang ayah SBY, dalam rangka serap aspirasi partai berlambang Mercy itu. Dalam hal ini, SBY bertemu dengan berbagai elemen masyarakat. Dari sektor UMKM, honorer dan ulama. Kunjungan berlangsung dari Sabtu (24/11) hingga Minggu (25/11/2018). (cah)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top