• Berita Terkini

    Jumat, 09 November 2018

    Penolakan Warga Terhadap MTA di Kebumen Berahir Ricuh

    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Untuk kesekian kalinya, aksi penolakan terhadap kegiatan Majelis Taklim Al Quran (MTA) kembali dilakukan oleh Warga Desa Kemujan Kecamatan Adimulyo. Kali ini aksi penolakan berakhir ricuh. Bentrok antara warga MTA dengan masyarakat Kemujan nyaris terjadi. Itu dipicu kekesalan masyarakat Adimulyo akibat pihak MTA kekeh akan tetap melakukan kajian rutin di Sekretariat MTA Adimulyo, Kamis (8/11/2018).

    Beruntung, warga yang sudah berang berhasil dicegah aparat yang bertugas baik dari kepolisian, TNI dan Satpol PP. Bahkan untuk meredakan situasi dan keamanan, Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar beserta Dandim 0709 Kebumen Letkol Inf Zamril Philiang terjun langsung ke lokasi.

    Sejak pagi, kondisi Desa Kemujan tenang. Warga tidak ada yang melaksanakan unjuk rasa. Kendati demikian puluhan personil dari dari Polres, Kodim 0709 dan Satpol PP Kebumen siaga sejak pagi. Warga menegaskan tidak akan ada aksi penolakan sepanjang MTA tidak melaksanakan kajian atau pengajian di Desa Kemujan.

    Sekitar pukul 15.15 WIB, rombongan MTA yang hendak melaksanakan pengajian di Desa Kemujan mulai berdatangan. Mereka datang dari arah Utara Perepatan Jalan Kecamatan Adimulyo. Beberapa rombongan berasal dari Kecamatan Karanganyar, Puring, Sempor dan sebagainya.  Mendengar adanya MTA yang bedatangan warga Kemujan mendadak kumpul.

    Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, jajaran kepolisian dan TNI serta Satpol PP mencegat kumpulan warga di sebelah Selatan Kecamatan. Sementara itu  rombongan MTA dicegat sebelah Utara. Jarak antara warga dan rombongan MTA sekitar 500 meter. Dengan masing-masing dikawal olah pihak keamanan.

    Negosiasi antara polisi dan warga MTA pun dilaksanakan. Di lain tempat diwaktu yang bersamaan negosiasi antara warga Kemujan dan petugas keamanan juga dilakukan di bagian Selatan. Warga MTA mendesak kepada jajaran kepolisian untuk tetap diperkenankan melaksanakan pengajian. Sementara itu demi alasan keamanan pihak kepolisian meminta warga MTA untuk bersabar.

      Ini dilaksanakan dengan pertimbangan situasi sedang tidak kondusif. “Kami hanya ingin mengaji yakni mencari ilmu. Sebab mencari ilmu wajib hukumnya bagi setiap umat muslim. Selama hayat masih dikandung badan kami tetap akan mencari ilmu,” tegas salah satu anggota MTA Siti Ninggumah (53) asal Kelurahan Jatiluhur Kecamatan Karangayar.

    Sementara itu Kapolsek Ayah Iptu Heru Sunyoto SH menyampaikan, pihaknya mengerti betul jika mengaji merupakan sebuah ibadah dan mencari ilmu juga merupakan kewajiban. Kendati demikian, saat ini situasi sedang tidak kondusif, sehingga demi keamanan dan keselamatan MTA jangan melaksanakan kegiatan di Desa kemujan. “Kami memahami, namun mohon saling memahami juga. Biarkan kondisi tenang dulu,” paparnya kepada warga.

    Sekitar pukul 15.30 WIB hujan mulai turun. Hal itu tetap tidak menyurutkan bagi warga MTA maupun warga Kemujan. Keduanya tetap kekeh berada di tempatnya masing-masing. Situasi mulai memanas, warga Kemujan mulai merangsek berjalan menuju utara. Warga berjalan dengan melakukan teriakan-teriakan. Usir, tidak bisa disabari, maunya apa dan lain sebagainya.

    Warga terus berjalan hingga sampai tempat dimana warga MTA berkumpul. Disitu warga meminta warga MTA membubarkan diri. Sementara jajaran keamanan berusaha sebisa mungkin untuk meredam warga yang hendak bertindak anarkis.

    Hujan terus turun dengan deras, puluhan warga MTA yang datang menggunakan mobil, sepeda motor dan sepeda akhirnya meninggalkan situasi. Sementara itu satu persatu warga juga mulai meninggalkan tempat. Situasi mereda sesaat, meski demikian jajaran keamanan masih berjaga dengan ketat diperempatan Kecamatan Adimulyo.

    Kira-kira berselang 15 menit, warga kembali berkumpul. Informasi yang diterima rombongan MTA dari Kebumen sedang berjalan menuju Kemujan dari jalan Arah Timur. Warga Kemujan hendak bergerak menuju lokasi datangnya MTA. Namun polisi berhasil mencegat di perempatan. Sementara itu sebagian pasukan keamanan digerakkan menuju timur perempatan untuk mencegat rombongan MTA.

    Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar mengemukakan dalam hal ini Jajaran Polres Kebumen telah berupaya untuk dapat meredam situasi agar tidak memanas. Untuk itu kedua belah pihak dimohon saling mengerti satu sama lain. Masyarakat Kemujan dimohon tidak melaksanakan aksi penolakan dan beraktifitas sebagaimana biasa. Disisi lain pihak MTA juga telah diminta oleh Kemenag untuk menunda dulu kegiatan di Adimulyo. “Ini untuk menjaga keamanan bersama. Sehingga saling meredam emosi dulu. Masyarakat jangan aksi, sedangkan untuk MTA jangan dulu melaksanakan kegiatan di Kemujan. Kegiatan dapat dilaksanakan ditempat lain dulu,” terangnya.

    Sementara itu Penasehat Hukum warga Desa Kemujan Yuli Ikhtiarto SH menyampaikan, warga sudah bosan terus melakukan aksi penolakan. Sayangnya pihak MTA terus saja bersikukuh melakukan kegiatan di Kemujan. "Kalau hari ini tidak ada yang datang, dipastikan tidak akan ada aksi penolakan," ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top