HONDA DUO

  • Berita Terkini

    Kamis, 31 Mei 2018

    Mahasiswa UM Magelang Sulap Mengkudu Jadi Bolu

    foto : wiwid arif/magelang ekspres
    MAGELANG SELATAN - Buah mengkudu dikenal memiliki rasa yang pahit. Selain itu, juga memiliki bau yang cukup menyengat. Namun siap tahu jika khasiat yang dihasilkan dari buah mengkudu rupanya sangatlah banyak.

    Lewat tangan kreatif mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang, buah mengkudu yang dikenal pahit dan menyengat ini berhasil diolah menjadi kue bolu yang lezat dan berkhasiat. Mereka antara lain Ratri Darmawanti, Nuansa Trimaya Fadhila, Ika Rismania Mithasani, Atifa Putu Prathama, dan Fera Wi Helminah.

    Inovasi ini lolos pembiayaan Kemenristek Dikti tahun 2018 dari Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian Sosial Humaniora (PKMK) UM Magelang. Proposal yang diajukan para mahasiswa yaitu berjudul ”Bolu Kurawa” Bolu Mengkudu Aksara Jawa sebagai Makanan Sehat dan Edukatif.

    Program kreativitas mahasiswa tersebut menjadi salah satu dari 41 proposal PKM UM Magelang yang berhasil lolos dan mendapatkan pendanaan dari Kemenristek Dikti Tahun 2018. Kelima mahasiswa itu dibimbing langsung oleh Dhuta Sukmarani SSi M.Si.

    ”Bolu Kurawa merupakan olahan makanan basah berbahan dasar mengkudu,” kata Ketua Kelompok PKM Ratri Darmawanti.

    Memang, tak sedikit dari masyarakat yang hanya menganggap buah mengkudu sebagai obat tradisional dan tidak disukai karena bau yang menyengat serta rasanya yang pahit. Namun ternyata, buah mengkudu atau pace merupakan buah yang memiliki banyak kandungan yang bermanfaat seperti zat nutrisi, zat anti bakteri, serta zat anti kanker.

    Manfaat buah mengkudu yang banyak, di antaranya mampu menghambat pertumbuhan dari beberapa bakteri sehingga dimanfaatkan sebagai zat anti bakteria. Berawal dari situlah tim Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian Sosial Humaniora berinovasi dengan mengkudu.

    Dicetak menjadi bentuk aksara jawa yang menyehatkan dan diproduksi dalam bentuk kue bolu. Dengan adanya Bolu Kurawa (Bolu Mengkudu Aksara Jawa) diharapkan anak dapat mengkonsumsi buah mengkudu yang kaya akan khasiatnya.

    ”Selain itu mampu menumbuhkan minat siswa terhadap mata pelajaran bahasa Jawa melalui cara yang tidak biasa. Yaitu, melihat kemudian memakannya,” kata Ratri.

    Ratri menambahkan bahwa pembuatan Bolu Kurawa selain sebagai makanan sehat, juga sebagai makanan edukasi. Dengan belajar aksara Jawa, dapat melestarikan budaya dengan bentuk-bentuk aksara Jawa yang disajikan.

    ”Dalam memasarkan Bolu Kurawa, sasaran utamanya adalah sekolah-sekolah di sekitar Kabupaten Purworejo dan sekitarnya. Namun untuk selanjutnya sasaran penjualannya akan diperluas mencakup masyarakat umum,” ujar Ratri.

    Pada tahap awal kegiatan promosi dilakukan dengan menyebarkan brosur di lingkungan sekolah-sekolah, maupun promosi langsung ke sekolah dan lingkungan masyarakat, dan promosi melalui media sosial.

    ”Kalau usaha ini berkembang dan permintaan tinggi kami akan tambah bentuk-bentuk aksara yang lebih sulit, seperti aksara murdha atau paket dalam bentuk kata,” pungkas Ratri. (wid)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top