• Berita Terkini

    Sunday, April 1, 2018

    Puncak HUT Tagana Digelar di Pantai Ayah

    sudarno ahmad/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Kabupaten Kebumen menjadi tuan rumah puncak HUT ke-14 Taruna Siaga Bencana (Tagana) nasional. Acara tersebut bakal dipusatkan di Pantai Ayah, Kecamatan Ayah, hari ini, Senin (2/4/2018). Sedikitnya ada 2.000 Relawan Tagana dari seluruh Indonesia menghadiri acara yang baru pertama kali digelar di Jawa Tengah ini.   

    Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kementerian Sosial (Kemensos), Margowiyono, mengatakan pada Puncak HUT ke-14 Tagana akan dihadiri langsung oleh Menteri Sosial Idrus Marham. Mensos bersama ribuan relawan bakal menanam mangrove di Hutan Mangrove Ayah.

    "Sekaligus akan ada pencanangan Pulau Tagana di Pantai Ayah oleh Menteri Sosial," kata Margowiyono, pada jumpa pers di Gedung Press Center Kebumen, Sabtu (31/3).

    Selain penanaman mangrove, kata dia, Mensos juga akan menghadiri Apel Siaga Tagana Indonesia. Pada kesempatan itu, juga akan dilakukan pengukuhan Ketua DPR RI sebagai Pembina Kehormatan Tagana Nasional. Pengukuhan Wakil Bupati Kebumen menjadi Pembina Tagana Wilayah Kebumen.

    Kemensos juga akan menandatangani kerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) terkait Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terkait Penyelenggaraan Penanggulangan Terorisme, dan Badan Intelejen Negara (BIN) tentang Badan Intelejen Negara tentang Penangnan Konflik Sosial.

    Margo menambahkan, rangkaian peringatan HUT Tagana mulai 31 Maret hingga 2 April. Pada acara tersebut juga bakal dikukuhkan Sahabat Tagana, yang meliputi jurnalis, Rapi, AMPI dan AMPG.

    Peringatan HUT Tagana, merupakan bentuk apresiasi atas peran serta Tagana yang selama ini telah ditunjukkan dalam penyelenggaran penanggulangan bencana berbasis komunitas. Peringatan ini juga mengukuhkan kerja nyata Tagana menguatkan akselerasi penanggulangan bencana. Saat ini jumlah personil TAGANA sebanyak 37.817 orang dan tersebar di seluruh pelosok Indonesia.

    Tagana merupakan relawan sosial atau Tenaga Kesejahteraan Sosial berasal dari masyarakat. Yang memiliki kepedulian dan aktif dalam penanggulangan bencana bidang perlindungan sosial. Tagana pertama kali dikukuhkan pada 24 Maret 2004.

    Dalam melaksanakan tugasnya, satu jam setelah bencana Tagana harus berada di lokasi bencana. Hal ini telah menjadi komitmen seluruh personil Tagana dan telah dibuktikan dengan kiprahnya dalam penanganan berbagai bencana di Indonesia. Seperti yang terjadi pada Januari-Februari 2018, diantaranya banjir di Kabupaten Bandung, longsor di Bogor dan Brebes, gempa bumi di Lebak, KLB gizi buruk dan campak di Asmat Papua.(ori)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top