Honda

Honda
Jogja
  • Berita Terkini

    Senin, 23 April 2018

    Melaut, Pria di Rembang ini Tak Tahu Istrinya Meninggal Kecelakaan

    REMBANG – Suami Suwanti, korban kecelakaan di Jalan Pantura Batangan, Pati, tak tahu kalau istrinya meninggal dunia. Suami korban yang sudah dua pekan melaut hanya diberi kabar kalau istri dan anaknya kecelakaan.

    Suwanti mengalami kecelakaan di Jalan Juwana-Rembang, Desa Batursari, Batangan, Pati, Sabtu (21/4/2018) lalu. Dia bersama Dinar, 9, anaknya terlindas truk tronton yang penuh muatan.

    Butuh waktu sekitar satu jam untuk mengevakuasi kedua korban. Suwanti dan Dinar kemudian dibawa ke RSUD RA Soewondo Pati. Namun, nyawa Suwanti tertolong setelah sempat dirawat. Sedangkan anaknya menjalani perawatan dan akhirnya dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang.

    Suasana duka masih menyelimuti keluarga Suwanti kemarin. Teratak masih berdiri di depan rumahnya di Desa Meteseh, Kaliori, Rembang. Keluarga dan tetangganya berkumpul di rumah yang berada di gang kecil itu. Gang itu hanya cukup untuk dua motor berpapasan, itupun harus hati-hati biar tak bersenggolan.

    Tak ada suami korban di rumah. Anak pertamanya ikut anggota kerluarga lain menjaga Dinar di RSUP dr. Kariadi Semarang. Siswa SD berusia sembilan tahun itu mengalami patah paha kanan akibat terlindas ban truk. Dinar sempat dibawa ke RSUD dr. Soewondo Pati. Hanya sebentar. Sabtu (21/4) sore dia kemudian dirujuk ke Semarang. Kemarin, Dinar menjalani operasi.

    Keponakan Suwanti yang enggan disebutkan namanya menceritakan, korban yang berusia 33 tahun itu, pergi dari rumah ke BRI. Tujuannya untuk mencairkan dana Program Keluarga Harapan (PKH).

    Namun sesampainya di bank, ternyata saldo dalam nomor rekeningnya belum terisi. Dia pun kembali ke rumah. Ketika akan kembali itulah, kendaraan roda tiga yang dikendarai Suwanti bersama anaknya terlibat kecelakaan dengan truk.

    Kabar kalau Suwanti kecelakaan diterima keluarga dengan cepat. Karena saat itu korban pergi bersama tetangganya. Namun korban pulang lebih dahulu. Jadi, begitu kecelakaan menimpa Suwanti dan Dinar, keluarga langsung dihubungi.
    Suami korban tak mengetahui kalau istrinya meninggal dunia. Sudah dua pekan dia melaut ikut kapal cantrang dari Juwana. Keluarga hanya memberi tahu kalau Suwanti dan Dinar kecelakaan.

    Kabar itupun tak bisa disampaikan langsung keluarga ke suami korban. Kabar disampaikan lewat pemilik kapal. Kemudian pemilik kapal yang meneruskan kabar itu lewat radio. ”Suami korban memang kerja di laut,” kata Kepala Desa Meteseh Sunarto.

    Sementara itu, pengemudi truk tronton dengan nomor polisi B 9713 BEH, Sainal masih berada di kantor Satlantas Polres Pati. Dia masih dimintai keterangan lebih lanjut mengenai peristiwa kecelakaan yang melibatkan ibu dan anak di Jalan Juwana-Rembang ini. Meski begitu, Sainal tidak ditetapkan sebagai tersangka dan tak ditahan.
    Hal ini dikemukakan Kapolres Pati AKBP Uri Nartanti melalui Kasatlantas AKP Ikrar Potawari kemarin. Menurutnya, hal ini karena dalam peristiwa tersebut ada unsur kelalaian dari pengemudi sepeda motor, Suwanti, sehingga menyebabkan dirinya meninggal dunia. ”Suwanti, korban meninggal dunia diketahui karena menerobos lampu lalu lintas,” kata AKP Ikrar Potawari kemarin.
    Pengemudi truk yang merupakan warga Desa Pakusari, Pakusari, Kabupaten Jember, itu, dimintai keterangan lebih lanjut terkait kronologi kecelakaan maut itu. ”Tak ada penahanan, apalagi penetapan tersangka. Kami sesuai kejadian yang ada. Belum tentu yang meninggal itu yang benar dan yang hidup itu yang salah,” papar AKP Ikrar. (lid/aua/lin)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top