• Berita Terkini

    HONDA BEAT

    Sabtu, 21 April 2018

    Bertepatan dengan Hari Kartini, Callind Diluncurkan

    JAKARTA - Sejak dirintis 2016, aplikasi bernama Callind karya Novi Wahyuningsih, gadis asal Desa Tepakyang, Kecamatan Adimulyo, Kebumen, akhirnya resmi diluncurkan. Soft Launching dilakukan di Sumba C Room 3rd Floor Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu (21/4/2018) pagi.

    Nuansa peringatan Hari Kartini sangat terasa dalam kegiatan yang memang bertepatan dengan Hari bagi Pahlawan Perempuan Indonesia tersebut. Founder Callind, Novi Wahyuningsih beserta sejumlah tamu undangan mengenakan busana kebaya. Juga sejumlah perempuan yang hadir pada kegiatan itu.

    Hadir pada kesempatan itu, Komisaris Utama PT Telkom Indonesia Tbk yang juga Ekonom yang ternyata berasal dari Kebumen Hendri Saparini PhD, Sekjen Kementerian Kominfo, Farida Dwi Cahyarini mewakili Menteri Kominfo Rudiantara.

    Adapun launching dilakukan Novi Wahyuningsih didampingi Komisaris Callind, Sohwat Hadi, Surahman dan Triyono.


    Founder Callind Novi Wahyuningsih menjelaskan, Callind yang merupakan singkatan dari Calling Indonesia adalah aplikasi chatting yang memungkinkan penggunanya melakukan chat privat, broadcast message,  kirim foto, telepon, hingga video call.

    Meski belum diluncurkan secara resmi, tapi aplikasi ini sudah dapat diunduh di toko aplikasi di Android yakni Play Store. Sejak dirintis tahun 2016, kata Novi, pengguna Callind saat ini sudah 350 ribu. Ditargetkan 5 juta pada tahun 2018.

    "Semoga bisa benar-benar diterima di Indonesia dan bahkan merajai di negeri sendiri, selain itu bisa juga digunakan oleh masyarakat di dunia. Target 50 juta pengguna dalam 3 tahun semoga juga bisa tercapai," ujarnya.

    Dibanding WhatsApp kelebihan Callind bisa menemukan sesama pengguna Callind dalam radius 100 km meski belum saling terhubung sebagai kontak.  Tak hanya sekadar media komunikasi, Callind bisa menjadi sarana promosi dan pemasaran bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Pemilik Aplikadi Callind bisa mempromosikan produknya secara gratis, tanpa harus menyebar kiriman ke banyak group yang diikuti seperti halnya pada WhatsApp.

    “Kami sedang dalam proses pengembangan kerja sama dengan beberapa UMKM yang bergerak di sektor retail yang ada di daerah nasional harapan kami bisa kerja sama dengan UMKM di seluruh Indonesia,” imbuhnya.

    Novi menegaskan bahwa sampai saat ini aplikasi Callind masih terus melakukan pembenahan dan perbaikan sistem serta pengenalan ke publik. Untuk itu dia berharap saran dan kritik dari masyarakat agar Callind bisa semakin baik. “Kami menyediakan media komunikasi dengan harapan bisa bermanfaat dan menjadi raja di negeri sendiri,” katanya. Sebagai pemilik aplikasi Novi berharap aplikasi chat Callind miliknya dapat diterima semua kalangan.

    Sementara itu, Farida Dwi Cahyarini mewakili Menteri Kominfo Rudiantara mengapresiasi hadirnya Callind yang mewarnai start up di Indonesia. "Ada anak muda di Indonesia apalagi perempuan yang mampu membuat aplikasi yang mampu bersaing di luar negeri. Kami berharap callind akan terus dikembangkan lagi, " harapnya.

    Menkominfo Rudiantara, yang memberikan sambutan via videocall, berharap, Callind akan semakin familiar di masyarakat. Dia juga menghimbau,agar Callind dapat lebih memahami keinginan pengguna (user friendly). "Kami juga menghimbau agar masyarakat menggunakan aplikasi buatan dalam negeri, " ujarnya.

    Di akhir acara, undangan mengikuti kuliah umum dari Hendri Saparini PhD, Ekonom yang pernah dinobatkan sebagai 100 Wanita Paling berpengaruh di Indonesia tahun 2012. (cah)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top