• Berita Terkini

    Wednesday, March 28, 2018

    Cerita Sripun, Siswa SMA di Semarang yang Bertemu David Beckham

    Beckham Pulang Membawa Ora Popo, Matur Nuwun, dan Tas Keranjang
    Kepada Sripun dan Ego, David Beckham bercerita tentang bagaimana dirinya bangkit dari perundungan di masa kecil. Kedua remaja itu dipilih langsung oleh eks bintang Manchester United tersebut berdasar curriculum vitae yang dikirimkan sekolah.

    -------------------------
    SIGIT ANDRIANTO, Semarang
    -------------------------
    KALAU ada yang mau diteriakkan kawan-kawannya kepada Sri Pundati sekarang, pastilah, "Hoooiii... segera turun. Jangan senyum-senyum sendirian di atas sana..."


    Di atas mana? Genting? Pohon? Hehehe. Remaja putri 15 tahun itu sebenarnya sih tetap menginjak bumi. Hanya perasaannya yang lagi mumbul (melayang). Tidak turun-turun. Saking gembiranya.


    Maklum, Selasa lalu (27/3/2018), pelajar kelas IX SMPN 17 Semarang, Jawa Tengah, itu menikmati momen yang bikin iri jutaan orang. Bisa ngobrol lama dengan mantan mahabintang sepak bola, pria yang pesonanya menerabas begitu banyak batas: David Beckham.


    Tak cuma di sekolah. Mantan kapten tim nasional Inggris itu juga mengunjungi rumah dara yang biasa dipanggil Sripun tersebut di Jangli Gebang, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Sesudahnya, di Instagram pribadi, sembari memasang fotonya bersama Sripun, mantan pemain Manchester United, Real Madrid, dan AC Milan itu menulis, "Kenalkan ini gadis 15 tahun Sripun dari Indonesia. Dengan gembira saya mengabarkan, kisah tentangnya akan menguasai Instagram Story saya besok."

    Siapa, coba, yang tidak lantas melayang kalau sudah demikian?


    "Seneng banget. Tahunya (ada di Instagram) karena di-upload dari temen. Ada yang bilang, eh kamu kok bejo banget sih," ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang menirukan ucapan sang teman sembari menyunggingkan senyum.


    Sebenarnya, sampai Selasa pagi lalu itu, Sripun tidak tahu siapa yang akan berkunjung ke sekolahnya. Dia hanya diberi tahu, sang tamu dari Unicef (lembaga PBB yang mengurusi bantuan kemanusiaan dan kesejahteraan jangka panjang anak-anak dan ibunya di negara-negara berkembang).


    SMPN 17 Semarang memang satu di antara dua sekolah di ibu kota Jawa Tengah itu yang ditunjuk Dinas Pendidikan Kota Semarang dan Yayasan Setara untuk mengadakan program pencegahan anti-bullying. Dan, penanaman disiplin positif.


    Di seluruh Jawa Tengah, selain Semarang, Kendal adalah wilayah lain di mana ada sekolah yang juga mendapat penunjukan serupa. Sebagai tindak lanjut, sekolah pun membentuk semacam agen perubahan untuk kampanye itu.


    Di SMPN 17, ada 40 siswa-siswi yang ditunjuk. Sripun termasuk di dalamnya. Karena progres kampanyenya dinilai bagus, sekolah tersebut pun dipilih untuk didatangi Beckham, sang duta kehormatan Unicef.


    Tapi, ya itu tadi, Sripun dan kawan-kawannya diberi tahu bahwa tamunya adalah Beckham persis ketika suami Victoria Beckham, mantan personel Spice Girls, tersebut tiba. Kedatangan pria 42 tahun tersebut persis ketika siswi rangking III paralel itu berkampanye mengajak teman-temannya menuliskan komitmen anti perundungan.

    "Sebelumnya saya cuma pernah dengar kalau Beckham itu pesepak bola terkenal," kata Sripun.


    Sripun bukan satu-satunya murid SMPN 17 Semarang yang berkesempatan berinteraksi langsung dengan Beckham di sekolah dan rumah. Siswa lainnya adalah Ego Krisna Yuliyanto.


    Beckham langsung yang memilih keduanya karena tertarik dengan curriculum vitae yang dikirimkan sekolah. Ego remaja pekerja keras. Selain bersekolah, sehari-hari dia membantu sang nenek membuat tas keranjang. Sedangkan Sripun dipilih karena dianggap punya keinginan kuat mewujudkan cita-cita.


    Setelah menjalani sejumlah aktivitas di sekolah, mulai pukul 10.30 hingga 14.00 WIB, Beckham lantas berkunjung ke rumah Sripun. Di sana, pria bernama lengkap David Robert Joseph Beckham itu menceritakan masa kecilnya.


    Tentang bagaimana dia kerap dirundung karena tubuhnya yang kurus. Juga diremehkan tidak akan bisa mewujudkan cita-cita menjadi pesepak bola.


    Namun, lanjut Beckham dalam ceritanya, berkat semangat tinggi, dirinya bisa membalikkan keadaan. Tak sekadar bisa jadi pemain profesional, dia juga sukses merebut gelar liga di empat negara (Inggris, Spanyol, Prancis, dan Amerika Serikat) serta Liga Champions bersama Manchester United. Bahkan mencatatkan 115 penampilan bersama timnas Inggris, termasuk dipercaya sebagai kapten.


    "Dari situ, saya terinspirasi dari Beckham. Dia juga bilang gini, 'Ayo kamu pasti bisa, jangan takut bermimpi’,' ujarnya.

    Berkat sang duta kehormatan Unicef itu pula, saat ditanya apa cita-citanya, Sripun dengan mantap menjawab: jadi anggota Unicef. "Unicef sudah menginspirasi banyak orang. Kelak saya juga ingin menginspirasi orang lain," ungkapnya.


    Kepadanya, Beckham juga sempat minta diajari bahasa Jawa. Jadilah Sripun memaksa runner-up Ballon d’Or 1999 itu mengucapkan dua kata, ora popo dan matur nuwun. Sudah pasti logatnya berlepotan.


    "Lucu banget. Itulah yang membuat saya ngakak seperti yang ada di foto," ujar putri pasangan Sarjono dan Yunani tersebut, lantas terkekeh.

    Saking menyenangkannya detik-detik yang dilaluinya bersama Beckham, Sripun sampai lupa meminta tanda tangan. "Padahal, tanda tangan itu untuk temen-temen," ujarnya cemberut sebelum kemudian tertawa.


    Ego tentu juga tak kalah girangnya saat Beckham sampai di rumah yang ditinggalinya bersama sang nenek. Kepada pria yang akan mendirikan sebuah klub sepak bola di Miami, Amerika Serikat, itu, Ego menceritakan bahwa setiap hari dirinya selalu membantu nenek membuat tas keranjang untuk dijual. Dari sanalah Ego mendapatkan uang saku. Sekitar Rp 10 ribu tiap hari.


    Sama halnya dengan Sripun, Ego mendapat suntikan motivasi dari Beckham. Yang membuatnya lebih bersemangat menjadi pengusaha. Membesarkan usaha tas keranjang milik sang nenek.


    "Beckham juga membeli tas keranjang kami. Awalnya mau dikasih saja, tapi tidak mau," ujar siswa kelas VIII yang memang mengidolakan Beckham itu.


    Kepala SMPN 17 Semarang Hariyanto mengapresiasi kedatangan Beckham. Sebab, dia menganggap kedatangannya memberikan motivasi kepada para siswa. Membuat mereka yang kurang percaya diri menjadi lebih berani menggantungkan mimpi.


    "Pemain bola yang katanya memiliki kekayaan melebihi ratu Inggris itu bisa sangat cair ketika berinteraksi dengan murid di sini. Kami sempat khawatir karena kemarin itu hujan, tapi Beckham tetap melanjutkan aktivitas merangkul semua murid," jelasnya.


    Kunjungan Beckham memang dirahasiakan. Banyak yang merasakan dampaknya. Wakil Kepala SMPN 17 Kurniawan Sutrisnadi mengaku harus sedikit berdebat dengan bhabinkamtibmas setempat karena tidak melaporkan kedatangan Beckham.


    "Sama seperti yang dialami Ego yang juga dimarahi RT gara-gara tidak melapor kalau Beckham datang. Tapi, ya memang dari pihak sananya mengharuskan seperti itu," bebernya.

    Kini tinggal ditunggu kisah Sripun muncul di Instagram Story Beckham. Sekarang saja jumlah follower-nya sudah bertambah banyak. Ditambah kemunculan di Instagram Story, bisa jadi Sripun bakal tambah melayang tinggi. Saking bahagianya. (*/c5/ttg)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top