• Berita Terkini

    Tuesday, December 5, 2017

    Razia Bocor, Banyak Kafe Karaoke Blora Tutup

    FARUQ HIDAYAT/RADAR KUDUS
    BLORA  – Satpol PP Blora menggelar operasi gabungan untuk menertibkan kafe karaoke kemarin malam. Hanya saja, informasi tersebut diduga telah bocor. Akibatnya, banyak kafe karaoke di lokasi sasaran yang tutup. Meski begitu, ditemukan juga tiga kafe karaoke tidak berizin.

    Kegiatan diikuti sebanyak 30 personel gabungan. Terdiri dari Satpol PP Blora, Polres Blora, dan Subdenpom IV/3-1 Blora. Kegiatan dimulai pukul 21.00 dengan sasaran kafe dan karaoke di lokasi Kecamatan Tunjungan, Blora. Setibanya di lokasi kafe karaoke tidak ada yang beroperasi.

    Kepala Satpol PP Anang Sri Danaryanto melalui Kabid Penegakan Perundang-Undangan Daerah Suripto mengatakan, sudah melakukan penyisiran di Kecamatan Tunjungan. Tapi tidak ada kafe karaoke yang buka. ”Informasinya operasi yang kami lakukan bocor. Ada tujuh kafe karaoke dan tiga warung kopi yang kami datangi. Semuanya tutup,” katanya.

    Karena tidak menjumpai kafe karaoke yang buka di Tunjungan, petugas akhirnya memutuskan pindah ke lokasi lain. Yakni Desa Adirejo. Razia di lokasi tersebut dimulai pukul 00.00. Petugas pun mendapati tiga kafe dan karaoke yang buka dan tidak berizin.

    Ketiganya, Kafe Karaoke 99, Kafe Nirwana, dan Kafe Sulam. Kemudian, petugas pun melakukan pembinaan di tiap kafe tersebut. Pembinaan dilakukan dengan cara mengumpulkan pemilik kafe dan PK (pemandu karaoke) yang berada di kafe tersebut.

    Mereka diberitahu tentang Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pariwisata. Lalu, Perda Nomor 8 Tahun 2017 tentang Minuman Berakohol (Minol) dan Perda Nomor 1 Tahun 2017 tentang Ketertiban Umum.

    ”Ketiga kafe karaoke yang kami jumpai itu tidak berizin. Kemudian kami berikan pembinaan kepada pemilik bahwa membuka kafe karaoke harus memiliki izin. Karena ada peraturan yang harus dipenuhi terlebih dulu,” paparnya.

    Untuk pemandu karaokenya, dikumpulkan KTP-nya. ”Kami lakukan pembinaan. Di antaranya, PK harus berpakaian rapi. Dengan baju lengan panjang tidak ketat. Selanjutnya, enam bulan sekali harus menunjukkan surat keterangan sehat dari rumah sakit atau pukesmas,” ucapnya. (ruq/lil)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top