• Berita Terkini

    Friday, November 24, 2017

    Trailer Terperosok Lumpuhkan Jalur Provinsi di Brebes

    TEGUH SUPRIYANTO/RADAR BREBES
    BREBES –Truk trailer pengangkut alat proyek panas bumi terperosok di ruas jalan di wilayah Desa Cipetung, Kecamatan Paguyangan, Kamis (24/11), sekitar pukul 23.30 WIB. Akibatnya jalan provinsi Paguyangan–Kaligua lumpuh total. Truk bernomor polisi B 9987 UU tidak bisa bergerak dengan posisi roda kanan depan terangkat.

    ”Truk mengangkut mesih besar untuk keperluan proyek panas bumi. Truk ini adalah salah satunya, didepannya sudah ada yang melintas,” ungkap Wahyono, tokoh masyarakat Pandansari, Jumat (24/11).

    Selain terperosok, roda kiri bagian belakang trailer juga membuat bahu jalan ambles cukup dalam. Posisi roda yang tertanam di bahu jalan menyulitkan proses evakuasi. Beberapa pekerja dari PT Sejahtera Alam Energi (PT SAE) dan PT Halliburton, selaku kontraktor proyek panas bumi Desa Pandansari telah berupaya menarik triler dengan menggunakan dua truk dan satu unit alat berat buldozer. Namun tidak mampu untuk menarik truk triler. ”Sudah dicoba dari depan ditarik dua truk,. Sementara belakangnya didorong alat berat. Tapi tetap tidak bergerak,” imbuh Wahyono.

    Besarnya kendaraan yang terperosok menyebabkan badan jalan hanya bisa dilalui oleh pejalan kaki dan sepeda motor. Itu dengan cara bergantian. Akibatnya, kendaraan yang biasa beraktivitas sebagai pengangkut hasil pertanian maupun angkutan umum di jalur tersebut berhenti total. ”Petani tidak bisa mendistribusikan hasil panen mereka. Begitu juga angkutan yang biasa mengantar warga ke pasar atau siswa sekolah. Semua tidak bisa beroperasi,” kata Wahyono.

    Dengan kondisi itu, para petani dan pemilik angkutan melakukan aksi protes. Mereka menuntut pihak kontraktor untuk memberi ganti rugi akibat lumpuhnya jalur tersebut. Mereka berkumpul memarkirkan kendaraan bermuatan sayur yang hendak dikirim di halaman kantor Desa Pandansari.

    ”Jelas kami rugi akibat kondisi ini. Sebab, sayur harus segera dikirim. Kalau tidak, tentu akan busuk yang dampaknya pedagang tidak mau menerima,” keluh Supriyanto, 44, warga Pandansari.

    Saat warga menuntut ganti rugi, sempat terjadi ketegangan saat. Hingga akhirnya pihak PT SAE dan PT Halliburton hadir menemui warga dengan difasilitasi Pemerintah Desa Pandansari, Polsek, serta Koramil Paguyangan.

    Hasil dari mediasi yang disaksikan oleh Kapolres Brebes AKBP Sugiarto, diperoleh kesepakatan ganti rugi terhadap kendaraan yang biasa beroperasi sejumlah 73 unit. Meliputi truk diesel Rp 850.000, truk engkel Rp 600.000, dan mobil jenis pikap Rp 300.000.

     Sedangkan untuk sayur mayur yang gagal didistribusikan dibeli oleh pihak kontraktor sesuai dengan harga pasar. ”Kita lakukan mediasi, baik petani, pemilik kendaraan maupun pihak kontraktor. Sebab, kondisi ini tidak kita duga sebelumnya dan semua diminta untuk memahaminya,” kata AKBP Sugiarto.

    Terkait upaya evakuasi truk trailer, Kapolres menyampaikan akan dilakukan secepatnya dengan menggunakan crane yang masih dalam perjalanan dari wilayah Cirebon. ”Jika tidak ada hambatan, setibanya craine di lokasi, malam ini (semalam) sudah bisa dilakukan evakuasi,” imbuhnya.
    Sementara itu, pihak kontraktor melalui Nina, bagian humas PT  PT Halliburton belum bisa memberikan keterangan. (pri/fat)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top