• Berita Terkini

    Sunday, November 19, 2017

    Pengaturan Lalin Perlu Integrasi

    ILUSTRASI
    JAKARTA— Polri memiliki semangat dalam memperbaiki pengaturan lalu lintas di Indonesia. Banyak terobosan yang telah dibuat dari SIM online, samsat online hingga e-tilang. Namun, masih perlu integrasi dengan kementerian dan pemerintah daerah untuk memperbaiki pengaturan lalu lintas.


    Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjelaskan, lalu lintas ini bukan hanya domain dari kepolisian. Namun, banyak lembaga pemerintahan dan pemda juga yang memiliki kewenangan. ”Maka, kerjasama harus dilakukan,” paparnya.


    Kementerian dan Pemda memiliki kewenangan terkait membangun infrastruktur jalan serta membuat rambu lalu lintas. Kepolisian mengatur pengawasan dan penindakannya. ”Karena itu sistem traffic managemen itu harus menyatu, terintegritas satu sama lainnya,” ujarnya.


    Misalnya, soal closed circuit television (CCTV) di jalanan yang digunakan untuk melihat kondisi lalin. Alangkah baiknya bila CCTV milik Pemda itu terhubung dengan kepolisian. ”Sehingga, juga bisa saling membantu,” terangnya.


    Polri juga telah banyak melakukan perbaikan, seperti samsat online, BPKB online, e-tilang dan SIM online. Semua sistem itu dibuat hanya untuk satu tujuan, mencegah terjadinya pungutan liar (Pungli). ”Sebab, semua sistem itu mengurangi bertemunya petugas dengan orang yang ditindak,” paparnya.


    Dengan tidak terjadinya pungli, maka polisi lalu lintas memiliki citra yang lebih baik. Dengan begitu, tidak lagi polisi lalu lintas dianggap seperti dulu. ”Ya, harus memiliki sistem yang mencegah pungli,” ujarnya.


    Apalagi, ditunjang dengan pelayanan yang mudah. Masyarakat bisa membayar berbagai dokumen lalu lintas melalui bank. Kondisi itu tentunya akan membuat masyarakat lebih cepat berubah pandangannya terhadap kepolisian. ” semua akan dibuat sederhana, ” paparnya.



    Sementara Kakorlantas Polri Irjen Royke Lumowa mengatakan, semakin banyak penggunaan teknologi dalam lalu lintas. Maka, akan semakin sedikit pengerahan personil. ”Personil bisa memantau dari kantor dan hanya dititik rawan kecelakaan membutuhkan penjagaan. Jadi lebih efisien ini polisi lalu lintas,” jelas jenderal berbintang dua tersebut. (idr)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top