• Berita Terkini

    Sunday, November 19, 2017

    Cak Imin, Gelar Khataman Al-Qur'an Bersama Warga Pekalongan

    TRIYONO
    PEKALONGAN - Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) selaku Inisiator Nusantara Mengaji, menggelar khataman Al-Qur'an bersama 50 ribu warga Kota Santri di Alun-Alun Kajen, Sabtu (18/11). Adapun gerakan Nusantara Mengaji dan mentradisikan semaan atau tradisi membaca Al-qur'an serta kajian Alquran di berbagai daerah bertujuan untuk menguatkan bangsa dan negara.

    Dalam Khataman Alquran dimulai jam 07.00 yang dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Penasehat Nusantara Mengaji. Kemudian selesai khataman akan digelar wayang santri yang didalangi oleh Ki Enthus Susmono selaku Bupati Tegal.

    Usai wayangan akan dimeriahkan dengan Haflah Tilawah yang dilantunkan oleh tiga Qori juara International dari PTIQ Jakarta. Acara diakhiri dengan tausyiah dan orasi kebangsaan oleh Inisiator Nusantara Mengaji, H. A. Muhaimin Iskandar.

    Dalam penyataanya, Cak Imin mengemukakan saat menghadiri khataman Alquran bersama 50 ribu warga Kabupaten Pekalongan, tokoh masyarakat, dan para santri di Alun-Alun Pekalongan mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya warga Pekalongan untuk istiqomah memegang teguh Ahlus Sunnah wal Jamaah (Aswaja) agar rajut tali persatuan dan kesatuan bangsa dapat terjaga dengan baik.

    "Insya Allah jika kita masih berpegang pada Islam Aswaja maka kita akan tetap bersatu, tidak seperti negara-negara lain yang banyak terpecah seperti Rusia, Balkan dan lainnya," pinta Cak Imin.

    Menurutnya, Aswaja adalah sabuk spiritual yang manyatukan spirit dan semangat bangsa agar tidak mudah terpecah oleh adu domba kelompok ekstrim dan/atau negara lain.

    Di sinilah NU memiliki peran. Menurut Cak Imin, NU sejak didirikan telah mengikat bangsa ini dengan sabuk Aswaja sehingga tetap dalam semangat religius yang makin menggelora.

    "Di antara ghirah keagamaan saat ini ada yang menumpang ditarik-tarik untuk menjadi jihadis di negara-negara lain baik ke Thailand, Filipina dan Suriah. Hal itu menujukkan mereka belum paham makna sesungguhnya mencapai surga," tegasnya.

    Berbeda halnya dengan cara NU merajut tali persatuan bangsa dengan Aswajanya. Dikatakan Cak Imin, NU tidak pernah memberikan iming-iming kepada siapapun menjadi "pengantin surga" seperti yang kerap digaungkan kelompok radikal.

    "Mendambakan pengantin surga itu keliru, mereka enggak yakin akan Islam seperti yang kita yakini Aswaja NU. Kalau kita ikut NU, para kyai, insya Allah kita akan selamat di dunia dan akhirat," pungkasnya.

    Cak Imin yang datang ke lokasi menggunakan Helikopter itu dikerubuti warga yang mayoritas adalah kaum perempuan. Nampak hadir dalam kesempatan itu anggota DPR RI, H Bisri Romli, anggota DPRD Provinsi, Muspida, OPD dan kader PKB.(yon)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top