• Berita Terkini

    Wednesday, November 1, 2017

    Gagalkan Perampokan SMPN 1 Petanahan, Kusno Luka Parah

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Rabu (1/11/2017), bakal menjadi hari yang tak terlupakan bagi Kusno sang penjaga SMP Negeri 1 Petanahan. Pada malam itu, Kusno harus berjuang melawan perampok yang menyatroni tempatnya bertugas.

    Berkat kegigihan Kusno, kawanan penjahat gagal mendapatkan barang berharga. Namun, Kusno mengalami luka cukup parah dalam upayanya menggagalkan aksi perampokan. Akibat dianiaya pelaku, Kusno mengalami patah pada ibu jari kiri, retak tulang lengan kiri, luka lebam di tangan kiri, leher dan kepala bagian belakang serta sesak dada akibat pukulan benda tumpul.

    Sempat dibawa ke RS PKU Petanahan, Kusno akhirnya dirujuk ke RSDS Dr Soedirman Kebumen.

    Selang infus masih terpasang di tangan Kusno saat Kebumen Ekspres menemuinya di ruang IGD, Rabu (1/11),  Kusno sendiri tengah tidur dan beristirahat.  Kusno ditunggu oleh anak bungsunya yakni Elis (36).

    Dengan sedikit terbata-bata Elis menceritakan kisah perjuangan ayahnya.  Elis menyampaikan jika  ibu jari ayahnya sempat “kawer-kawer” akibat sabetan senjata tajam. Sementara itu bagian lengan kirinya banyak yang lecet-lecet. Bagian dada dan kepala memar. “Mudah-mudahan semua bejalan lancar dan berakhir dengan baik,” tuturnya.

    Menurutnya, pada Rabu malam, rencana Kusno menjalani operasi ibu jari. Pihaknya berharap pihak berwajib para pelaku segara  ditangkap. Dengan demikian maka pelaku dapat segara diadili untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. “Mudah-mudahan pelakunya lekas tertangkap ,” paparnya.

    Sementara itu di rumah Kusno di RT 1 RW 3 Desa Munggu Kecamatan Petanahan, salah satu anaknya Wawan (31) menyampaikan, meski saat ini harus dirawat di rumah sakit, namun pihaknya merasa bangga. Sebab bapaknya berhasil menggagalkan upaya perampokan.  “Mudah-mudahan semua berjalan dengan baik,” jelasnya.

    Menurutnya, para perampok mungkin saat itu mengira Kusno telah meninggal.  Sebab mereka menganiaya Kusno dengan cara membabi buta. Bahkan Kusno dipukul pada bagian dada kepala dan leher. Bahkan Kusno dipepet hingga ke dinding dengan dan dipukuli. Saat itu darah Kusno terus mengalir dari ibu jari dan berceceran. “Setelah perampok pergi, bapak berteriak minta tolong,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top