• Berita Terkini

    Thursday, November 2, 2017

    Mahasiswa Kenalkan Potensi Kebumen di Malaysia

    fotopribadifor ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Kebumen tak pernah sepi dari pemuda berprestasi.  Salah satunya, Poniman, Mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta ini.

    Dia terpilih mengikuti program International Student Exchange 2017 di Malysia. Selama empat hari program berjalan 30 Oktober – 2 November 2017, Poniman mengunjungi tiga kampus terbaik di Malaysia yaitu Universitas Malaya (UM), Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM), dan Institut Pendidikan Guru (IPG), Malaysia.

    Di Universitas Malaya, Poniman menjadi narasumber seminar  Internasional. Dalam seminar ini, Poniman membawakan tema “Effect of Knowledgeable Learning on the Value of Local Wisdom and Nationality Values on the Subject of Islamic Religious Education and Character to Multicultural Attitudes of Students," yang merupakan hasil risetnya di SMA N 1 Yogyakarta.

    Dalam forum seminar Internasional tersebut, Poniman menyampaikan akan pentingnya penanaman pendidikan karakter dan nasionalisme. Sebab, isu mengenai intoleran, radikalisme, ISIS, dan isu SARA lainya telah mengancam keutuhan dan mengganggu kedaulatan NKRI. Poniman juga mengenalkan wayang dan mementaskan Wayang Kulit lakon Pandawa Lima yang merupakan bentuk aplikasi hasil riset tersebut.

    Ya, Poniman tak sekedar menjalankan tugasnya sebagai duta akademik. Kesempatan itu juga dimanfaatkan Poniman sebagai upaya mengenalkan potensi Kebumen di bidang kesenian, budaya dan pariwisata.

    Baca juga:
    (Lewat UI Ethnovaganza, Mahasiswa Kenalkan Budaya Kebumen di Tingkat Nasional)



    Poniman mementaskan Tarian Kuda Lumping dengan kolaborasi tarian Wayang. Dia juga memperkenalkan kerajinan khas daerah Kebumen seperti anyaman pandan menjadi barang yang bernilai seni tinggi dan unik menjadi tas dan tempat tisu.

    Dia berharap, apa yang dilakukannya itu akan meningkatkan kunjungan wisatawan  ke Kebumen sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sekaligus mengajak anak muda dapat ikut serta menjaga kelestarian kebudayaan daerah Kebumen.

    "Melalui pengenalan budaya lokal dan nilai kearifan lokal pada generasi penerus bangsa para pelajar dan mahasiswa akan mampu meningkatkan cinta tanah air. Sekaligus melahirkan generasi religius yang lebih toleran sebagaimana strategi dakwah Sunan Kalijaga dalam menyebarkan agama Islam di tanah Jawa melalui Kebudayaan Wayang khususnya," ujarnya. (*/cah)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top