• Berita Terkini

    Sunday, September 10, 2017

    Heboh Perayaan Haornas XXXIV di Kota Magelang

    fotowiwidarief/magelangekspres
    MAGELANG - Meski tidak dihadiri Presiden RI Joko Widodo, puncak peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) XXXIV di Kota Magelang, Sabtu (9/9) berlangsung meriah. Stadion Moch Soebroto, yang berkapasitas 20.000 tempat duduk dan sebagai lokasi gelaran itu tak mampu menampung animo masyarakat yang ingin menghadiri momentum kebangkitan olahraga Indonesia.

    Menteri Pemuda dan Olahraga (Mepora) RI, Imam Nahrawi mengatakan momentum Haornas sangat penting untuk memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi, pengorbanan, dan perjuangan seluruh pihak yang berkontribusi dalam membangun kemajuan olahraga dari tingkat daerah hingga pusat.

    Menurut Imam, dedikasi tersebut berwujud para atlet, pelatih, manajer, pemilik klub, pimpinan cabang olahraga (cabor), para pembuat kebijakan, kampus, dan sekolah-sekolah. Termasuk kata dia, media massa dan masyarakat yang mencintai olahraga.

    Ia menjelaskan bahwa perjuangan bangsa Indonesia menghadirkan kembali kejayaannya di bidang olahraga masih harus melalui jalan panjang dan penuh tantangan.

    ”Semangat olahraga yang mempersatukan ini, banyak kegiatan keolahragaan diarahkan untuk menumbuhkan kembali semangat cinta tanah air dan penyatuan kembali semangat kebangsaan dan solidaritas di antara sesama masyarakat,” kata Imam Nahrawi di acara puncak peringatan Haornas bertema ”Olahraga Menyatukan Kita” yang berlangsung di Stadion Moch Soebroto, Kota Magelang.

    Tak hanya tentang persatuan, lanjut Imam bahwa olahraga juga mengajarkan banyak hal tentang makna kejujuran, sportivitas, keadilan, dan juga kebanggaan sebagai sebuah bangsa.

    ”Ketika semua bersatu dan berjuang untuk olahraga, maka serentak kita akan berkata inilah Indonesia, Indonesia Raya maka di situlah kebanggaan kita hadir dari olahraga,” tandasnya.

    Menteri termuda di Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo itu mengungkapkan, semangat perayaan Haornas kali ini sedikit berbeda dari biasanya. Sebab, kurang dari satu tahun ke depan, Indonesia akan menjadi tuan rumah olahraga paling bergengsi di tingkat Asia yakni Asian Games dan Asian Paragames 2018.

    ”Melalui dua event bertaraf internasional inilah harus menjadi momentum kebangkitan kembali kejayaan olahraga di Indonesia. Selama ini kita terus meningkatkan infrastruktur olahraga yang lebih baik, lebih maju, dan lebih modern,” jelasnya.

    Menteri yang akrab disapa Cak Imam itu menambahkan, masyarakat yang gemar dan mencintai olahraga adalah dasar dari lahirnya prestasi olahraga, sehingga dirinya pun ingin membidik prestasi dari tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan-kegiatan olahraga.

    ”Prestasi merupakan sebuah proses panjang melahirkan dan menemukan atlet-atlet elit dari ribuan bahkan jutaan anak-anak Indonesia yang turun ke lapangan olahraga, yang berlari dan terus berlari, bergerak terus berolahraga, menempa dirinya dengan disiplin dan latihan keras untuk menjadi juara,” katanya.

    Seperti diketahui, pada tahun 2017, Kemenpora mencanangkan Gerakan Ayo Olahraga. Kegiatan ini sudah berjalan sejak awal bulan Mei lalu dengan menggulirkan 3 program unggulan utama yaitu Gowes Pesona Nusantara, Gala Desa, dan Liga Sepakbola Pelajar dari mulai tingkat U-12, U-14, dan U-16, serta Liga Mahasiswa.

    ”Ini juga untuk menjaring atlet-atlet lokal pontensial yang siap mengharumkan nama Indonesia ke kancah internasional,” tandasnya.

    Pada kesemapatan yang sama, turut diberikan penghargaan ke sejumlah tokoh yang berperan dalam kemajuan olahraga di tanah air. Di antaranya kepada pelaku olahraga seperti atlet dan pelatih, tokoh inspiratif di bidang olahraga, dan 18 kepala daerah penyelenggaran Gowes Pesona Nusantara (GPN) terbaik.

    Imam menegaskan, olahraga dapat menyatukan segala perbedaan yang ada di Bumi Pertiwi. Ia mencontohkan, atlet bulu tangkis Tontowi Ahmad dan Liliana Natsir yang meski berbeda tapi bersatu mengharumkan nama bangsa di tingkat internasional dengan menjari juara dunia.

    ”Owi (Tontowi) dan Butet (Liliana) representasi perbedaan tapi bisa bersatu dan berprestasi hingga di level dunia. Tentu masih banyak contoh lainnya yang merepresentasikan olahraga menjadi pemersatu yang erat,” ujarnya.

    Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengungkapkan bahwa olahraga menyatukan semua perbedaan yang ada dan itu terbukti di momen puncak peringatan Haornas di Kota Magelang ini. Acara ini dinilainya merupakan semangat yang luar biasa untuk menggemari olahraga.

    ”Acara yang meriah. Kota yang dilewati GPN juga luar biasa meriahnya. Kita berharap hal itu sebagai spirit untuk kebangkitan olahraga kita. Kita buktikan di sini kita harus makin semangat untuk bergerak maju dan mencetak atlet-atlet hebat untuk kejayaan bangsa,” jelasnya.

    Ganjar yang menerima penghargaan tokoh inspiratif olahraga ini menilai, olahraga adalah bagian dari kontribusi anak-anak bangsa untuk negara tercinta Indonesia. Hampir setiap dihelatnya event olahraga, masyarakat selalu histeris dan terus meneriakkan semangat.

    ”Di situ ada sesuatu yang mengikat rasa bangga pada bangsa dan negara. Saya yakin, olahraga akan tetap menyatukan Indonesia,” ungkapnya. (wid)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top