• Berita Terkini

    Tuesday, August 22, 2017

    Klarifikasi Soal Dua Versi Kemerdekaan RI, ini Penjelasan Azarja

    KEBUMEN (kebumenekspres.com) -  Peneliti berkebangsaan Belanda yang baru saja ke Kebumen, Azarja Daniel Harmanny (33), merasa perlu meluruskan soal disebutnya dua versi kemerdekaan Republik Indonesia (RI) bagi pemerintah Belanda. Yakni tanggal 17 Agustus 1945 dan tanggal 27 Desember 1949.

    Dalam surat elektronik yang diterima koran ini,  Selasa (22/8/2017), Azarja mengatakan telah terjadi kekeliruan pemahaman terkait penyebutan "versi".Diakuinya, dua tanggal tersebut memang berkait dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Namun, bukan dalam pengertian versi melainkan dua tanggal berbeda.

    "Yang aku maksud ada dua tanggal, bukan versi. Aku mungkin salah dalam penyampaiannya. Tanggal yang pertama adalah 17 Agustus, Hari Proklamasi. Dan yang kedua adalah 27 Desember 1949, pemindahan kedaulatan. Itu adalah dua hal yang berbeda, "ujar Azarja dalam Bahasa Inggris.


    Di saat yang sama, Azarja juga menjelaskan, kedatangannya ke Kebumen untuk melakukan penelitian terkait peristiwa pertempuran pada masa perang kemerdekaan di Kecamatan Karanganyar, 19 Oktober 1947, atas inisiatif pribadi untuk keperluan disertasinya meraih gelar doktor di Nederlands Instituut voor Militaire Historie (NIMH). Jadi, bukan ditugaskan oleh pemerintah Belanda.

    "Aku tidak ditugaskan oleh Pemerintah Belanda. Dan perjalanan ini adalah Inisiatifku sendiri. Proyek ini memang didanai pemerintah, tapi sifatnya independen," tegasnya.

    Dia juga menegaskan tak pernah mengatakan tanggal 17 Agustus 1945 sebagai Hari Kemerdekaan baru diketahui belakangan oleh Pemerintah Belanda. Pernyataan Azarja ini sekaligus mengklarifikasi pemberitaan sebelumnya di www.kebumenekspres.com dengan berjudul "Kunjungi Kebumen, Peneliti Belanda Akui Ada Dua Versi Kemerdekaan Indonesia di Negaranya."

    Baca juga:
    (Kunjungi Kebumen, Peneliti Belanda Akui Ada Dua Versi Kemerdekaan Indonesia di Negaranya)

    Dalam artikel yang ditayangkan Senin (21/8/201), disebutkan Azarja datang sebagai perwakilan Pemerintah Belanda untuk melakukan penelitian mengenai peristiwa "Canonade of Candi".

    Dalam artikel yang sama pula, disebutkan Azarja mengakui ada dua versi kemerdekaan RI bagi pemerintah Belanda. Yakni tanggal 17 Agustus 1945 dan tanggal 27 Desember 1949.

    Dengan klarifikasi ini, dengan demikian, pemberitaan soal Azarja tersebut telah dibetulkan.

    Seperti diberitakan, Azarja Daniel Harmanny, datang ke Kebumen pada Sabtu (19/8/2017) akhir pekan lalu dalam rangka melakukan penelitian  dekolonisasi, kekerasan dan perang di Indonesia pada periode 1945-1950.

    Kebumen menjadi salah satu tempat yang dikunjungi, karena di Kota ini pernah terjadi pertempuran di Karanganyar atau disebut "Canonade of Candi" di Desa Candi, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen pada 19 Oktober 1947.(cah)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top