• Berita Terkini

    Tuesday, June 13, 2017

    Kakek di Kebumen ini Rela Bayar Rp 800 Ribu demi Kencani Remaja Seusia Cucunya

    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Satpol PP Kebumen merazia dua pasangan mesum dalam operasi penyakit masyarakat (pekat) Sabtu akhir pekan kemarin (10/6/2017). Yang bikin geleng-geleng kepala dan tentu saja mengundang keprihatinan, satu diantara yang diamankan petugas adalah seorang kakek berusia 72 tahun.

    Kakek itu, sebut saja Mbah Donwori dan merupakan pensiunan guru, kedapatan tengah bersama pasangan kencannya yang masih remaja. Tak berhenti di situ, cerita penangkapan sang Kakek ini juga bikin "gregetan".

    Betapa tidak. Menurut Kabid Penegakan Perda dan Peraturan Kepala Daerah (Gakda) Sugito Edi Prayitno SIP yang memimpin operasi penangkapan, Mbah Donwori sempat marah-marah saat petugas menemukannya tertangkap basah saat berduaan di kamar dengan perempuan bukan pasangannya.

    “Durung ngapa-ngapa kowe wis teka, dadi bubar kabeh kiye,” kata Sugito Edi kepada kebumenekspres.com saat menirukan protes kakek Donwori ketika itu.

    Tak berhenti sampai di situ. Konyolnya  Mbah Donwori juga terlihat saat menceritakan bagaimana bisa dia dapat kencan dengan perempuan yang lebih pantas sebagai cucunya itu.

    Kepada petugas, Mbah Donwori mengaku bertemu pasangan kencannya itu-sebut saja Mawar- saat pulang dari shalat tarawih. Kemudian dia jalan-jalan ke daerah  alun-alun Kebumen. Disanalah dia ketemu dengan dua cewek, salah satunya Mawar. "Iseng-iseng kakek Donwori mengajak kencan Mawar," cerita Gito, Selasa (13/6/2017).

    Gayung bersambut.Mawar bersedia diajak ngamar Donwori. Tapi dia memasang tarif yang "mahal" yakni Rp 800 ribu. Dasar sudah "kebelet", Mbah Donwori yang sudah bau tanah itu mengiyakan.

    Pasangan ibarat kakek dan cucu ini kemudian mencari hotel melati di seputar kota Kebumen. Saat orang lain tengah tadarusan, dua sejoli ini malah asyik berbuat maksiat di kamar hotel. Untunglah, tak lama kemudian aparat Satpol PP yang tengah menggelar razia penyakit masyarakat (pekat) datang ke hotel itu. Keduanya pun tak bisa berkutik saat aparat penegak perda itu menggelandang keduanya dari kamar hotel.

    Baca juga:
    (Parah, Kakek Pensiunan Guru di Kebumen ini "Ngamar" Bareng "Kimcil")

    Gito, sapaan akrab Sugito, ikut prihatin atas kejadian ini. Oleh sebab itu, razia pekat ini akan terus dilakukan selama bulan ramadhan ini. Tujuannya untuk menciptakan suasana kondusif di bulan suci Ramadhan ini. Sehingga diharapkan tercipta suasana ramadhan yang aman, tenang dan tidak dikotori perbuatan yang menodai kesucian bulan ramadhan.

    “Karena itu kami menghimbau kepada masyarakat agar bersama sama menjagaketertiban selama bulan suci Ramadhan ini,” pungkasnya(has/cah)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top