• Berita Terkini

    Sunday, April 30, 2017

    Polisi Kantongi Identitas Pembunuh Perempuan Jepara yang Dibungkus Karung

    ILUSTRASI ILUSTRASI
    JEPARA – Pihak kepolisian belum menetapkan tersangka siapa pembunuh Ayu Kurniandai, 19, warga RT 2/RW 1, Desa/Kecamatan Welahan. Namun, misteri kematian siswa kelas akhir SMA Sultan Agung Kalinyamatan ini sedikit menemukan titik terang.

    Seseorang yang dicurigai ada hubungan dengan kematian korban berinisial UM, warga Desa Tanggul, Mijen, Demak. UM dicurigai karena menujukkan gelagat  berbeda. Dia pun menghilang setelah petugas dari Polsek Wedung mendatangi rumahnya Sabtu (29/4) lalu.

    Kecurigaan terhadap UM ini berawal ketika kakak kembar korban Alfi Priyandani bersama Aida, teman korban, mencari Ayu Senin (24/4) atau sehari setelah korban hilang. Semula Alfi bertanya kepada Aida. Karena korban berpamitan pergi ke rumah Aida di Desa Pecuk Mijen Demak. Namun, korban ternyata tak sampai ke rumah teman dekatnya itu.

    Selang beberapa waktu, pihak keluarga mendapat informasi bahwa korban dijemput seorang lelaki di pinggir jalan.  Namun tak jelas lelaki itu siapa. Alfi lantas mencari tahu siapa saja kenalan adik kembaranya tersebut.

    Salfi bertanya kepada Haris, warga Pelang, Mayong, lelaki yang diketahui sebagai pacar korban. Namun Haris mengaku tidak tahu. Kenalan lain, Abid, warga Mijen, Demak. Namun Abid juga tidak tahu.

    Terakhir, korban diketahui kenal dengan UM. Aida, teman korban juga mengetahui karena sebelumnya pernah diajak ke rumah UM. Sehari setelah adiknya hilang itu, Alfi mendatangi rumah UM. Namun, UM justru mengaku tidak kenal dengan jawaban seperti orang ketakutan.
    ”Beberapa kali saya tanya, dia (UM) bilang tidak kenal dengan nada ketakutan. Namun, lama kelamaan dia mengaku kenal, tapi bilangnya sudah lama,” ujar Alfi kepada Jawa Pos Radar Kudus di rumahnya kemarin.

    Alfi mengatakan, adik kembarannya itu memang boleh dibilang gampangan.  Dalam arti mudah menerima siapa saja mesti tidak dikenal. Dia mencontohkan, begitu ada telepon masuk selalu dilayani. Meski telpon itu dari orang tak dikenal dan menggunakan nomor pribadi.

    Kapolsek Wedung AKP Untung saat dihubungi Jawa Pos Radar Kudus kemarin mengatakan, hingga kemarin pihaknya belum menetapkan tersangka pembunuh Ayu. Pihaknya masih melakukan penyelidikan dan belum menemukan cukup bukti. Motor Supra dan handphone milik korban juga belum diketahui keberadaannya.

    Di singgung mengenai UM, Untung mengakui, dua hari lalu pihaknya telah mendatangi rumah UM di Desa Tanggul, Mijen, Demak. Namun, UM sudah tidak ada di rumah. Petugas belum tahu mengenai keberadaan lelaki tersebut.

    Meski demikian, pihaknya belum berani menetapkan tersangka. ”Kami belum ada bukti. Kami hanya dapat informasi. Setelah kami datangi yang bersangkutan (UM) sudah tidak ada,” katanya.

    Seperti diketahui, Ayu ditemukan tewas dalam keadaan dibungkus karung warna putih di Sungai Wulan, Desa Bungo Lor Demak, Kamis (27/4) lalu. Mayat korban ditemukan salah satu nelayan sekitar pukul 07.00 dengan wajah yang sudah sulit kenali.

    Mayat korban lantas dibawa ke rumah sakit di Demak. Hasil identifikasi dokter, korban diduga dianiaya sebelum akhirnya dibunuh. Tanda penganiayaan berupa bekas jeratan di leher, pelipis memar, lidah menjulur keluar, dan anus mengeluarkan kotoran. Pihak kepolisan belum memastikan apakah korban diperkosa sebelum dibunuh atau tidak.
     ”Kami belum bisa menyimpulkan karena hasil otopsi belum keluar,” ujar Kapolsek Wedung AKP Untung.

    Korban diperkirakan meninggal sejak tiga sampai empat hari lalu. Jika mengacu pada hari hilangnya korban, kemungkinan korban dibunuh pelaku antara hari Senin (24/4) dan Selasa (25/4) lalu. Korban lantas dibuang ke sungai.

    Wajah korban rusak setelah sekitar beberapa hari terendam di air. Indentitas korban diketahui setelah pihak keluarga mengecek ke rumah sakit. Korban mengenakan baju motif lurik warna ungu terong dengan bawahan celana biru motif kotak-kotak ukuran tiga per empat. Celana itu dipinjam dari sang kakak, Alfi Priyandani.

    Alfi mengatakan, semula dia dapat kabar dari medsos kalau ada penemuan mayat. Dari gambarnya, baju yang dikenakan mayat tampak tidak asing. Namun, waktu itu dia belum begitu yakin karena gambarnya di sensor. Setelah dicek ke Demak ternyata benar bahwa mayat tersbut adalah kakaknya. ”Saya yakin itu adik saya dari celana sama bajunya. Itu punya saya yang dipinjam. Kalau kerudungnya pakai punya sendiri,” katanya. (pin/lil)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top