• Berita Terkini

    Sunday, April 2, 2017

    Penataan Pasar Indrakila Alian masih Semrawut

    sudarno ahmad/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Bangunan Pasar Indrakila di Desa Krakal Kecamatan Alian, yang cukup megah ternyata tidak didukung dengan penegakkan aturan yang ketat dari petugasnya. Pasalnya, pembeli maupun pedagang dengan bebasnya membawa sepeda motor ke dalam mereka. Anehnya, petugas juga seolah membiarkannya. Padahal perilaku tidak terpuji itu menyebabkan kondisi pasar semrawut.

    Pantauan Kebumen Ekspres, Sabtu (1/4/2017) pagi, sejumlah sepeda motor dengan leluasa masuk ke dalam pasar. Padahal pagi itu, pasar sudah mulai ramai pembeli. Belum lagi pada kesempatan yang sama ada Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad, meninjau pasar itu setelah mengikuti kegiatan Salat Subuh Berjamaah di desa setempat. Namun, baik petugas maupun warga seolah cuek dengan kondisi itu.

    "Saya bawa barang berat, jadi motornya dibawa masuk," kata salah satu pedagang, yang membawa sepeda motornya ke dalam pasar.

    Hal itu pun disayangkan oleh Plh Sekretaris Daerah (Sekda) Mahmud Fauzi, saat mendampingi bupati. Seharusnya, kata Mahmud Fauzi, sepeda motor dilarang masuk karena itu mengganggu aktivitas di dalam pasar. "Hal-hal semacam ini saya kira perlu ditertibkan, bahwa pasar itu kan untuk transaksi bukan untuk keluar masuk motor," ujar Mahmud Fauzi.

    Fauzi menegaskan kendaraan apapun tidak boleh masuk ke dalam pasar, kecuali gerobak untuk mengangkut dagangan yang akan dijual pedagang. "Motor sebaiknya parkir diluar saja, saya kira UPT pasar kita himbau melarang motor tidak boleh masuk," pintanya.

    Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kebumen Nugroho Tri Waluyo, juga menyesalkan hal itu. Dia berjanji akan mengevaluasinya agar ke depan tidak ada lagi sepeda motor yang masuk ke dalam pasar. "Nanti akan kita bikinkan ambal-ambalan biar motor tidak lagi bisa masuk," tegasnya.

    Selain itu, pihaknya juga akan menyelenggarakan sekolah pasar bagi para pedagang. Program sekolah pasar ini, kata Nugroho, secara khusus untuk melatih pedagang pasar tradisional agar bisa memberi pelayanan terbaik bagi konsumen. "Ini merupakan program dari Kementerian Perdagangan. Di tahun ini sekolah pasar diadakan di Kebumen," ucapnya.

    Sementara itu, Bupati Mohammad Yahya Fuad, menyampaikan untuk membangun pasar memang tidak cukup hanya dengan membangun fisiknya saja. Tetapi juga perlu dibangun perilaku baik pedagangnya maupun masyarakat. "Selama ini yang kita lakukan baru membangun fisiknya," ungkap bupati.

    Namun demikian, bupati memuji Pasar Indrakila yang ramai pembeli. Selain itu produk-produk yang dijual di pasar tradisional itu juga didominasi produk dari Kebumen. Seperti tas, peci, serta produk pangan lainnya. "Hanya sandal yang diimpor dari luar Kebumen. Kita akan pelajari mudah-mudahan ini dapat mendorong UMKM untuk memproduksi sandal yang saya pikir sederhana teknologinya," kata bupati.(ori)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top