• Berita Terkini

    Friday, April 14, 2017

    Ansor dan Banser Pemalang Nyatakan Menolak HTI

    AGUS PRATUKNO/RADAR PEMALANG
    PEMALANG – Ribuan anggota Gerakan Pemuda Ansor dan Barser di Kabupaten Pemalang, Jumat (14/4)  gelar apel untuk menyatakan sikapnya. Yaitu  menolak paham-paham radikalisme yang ingin menggantikan idiologi Pancasila. Pernyataan sikap yang dibacakan oleh Ketua GP Ansor Kabupaten Pemalang Mahfudin diikuti ribuan masa yang berkumpul di Alun-alun.

    Gelar apel sekaligus aksi damai dengan melakukan launch mach di jalan protokol diikuti tidak kurang dari 2.000 an masa. Mereka dengan penuh semangat menyanyikan lagu kebangsaan dan perjuangan Nahdlatul Ulama (NU).  Bahkan dengan keras melakukan yel-yel menolak keberadaan  Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang ada di Kabupaten Pemalang.  Karena HTI menurutnya merupakah salah satu aliran atau paham yang ingin menggantikan idiologi Pancasila di bumi pertiwi ini.  

    Ketua GP Ansor Kabupaten Pemalang  Mahfudin mengatakan gelar apel dan launch mach yang dilakuka n ini untuk menyatakan sikap menolak keberadaan HTI di Kabupaten Pemalang. Selain itu untuk menunjukan komitmen NU , Ansor dan Banser bahwa cinta NKRI itu bukan sekedar retorika atau dalam bahasa saja. Tapi benar-benar ingin menunjukan bukti nyata dengan sikap ini.
    “Kami siap untuk berhadapan dengan mereka yang merongrong NKRI dan ingin mengganti idiologi Pancasila,”katanya.

    Harapannya dengan kegiatan gelar apel sekaligus aksi damai ini, maka persatuan dan kesatuan akan tetap dijaga . Sehingga Ansor dan Banser bisa bersinergi dengan siapa saja dalam rangka untuk menghalau ajaran – ajaran radikal yang mengarahkan kepada penegakan khilafah di Indonesia yang tidak sesuai dengan idiologi Pancasila.

    Ketua GP Ansor juga berharap kepada semua masyarakat di Kabupaten Pemalang, agar jangan sampai ikut-ikutan dan terprovokasi  oleh segelintir orang, yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.
    “Indonesia sudah aman seperti ini, Indonesia sudah damai dan tentram seperti ini, maka harus tetap dijaga dengan baik,”ujarnya.

    Sebagai ketua organisasi GP Ansor, dia menegaskan , jika ada oknum yang melanggar Undang-undang dan peraturan  atau melanggar syariat sebagai seorang muslim, wajib mengngatkan, dan yang melakukan itu adalah oknum.

    “Maka mari kita benahi bersama melalui dakwah dengan bijak dengan kata - kata yang baik, tidak dengan cara - cara kekerasan,”tegasnya. Seraya dia juga mengajak kepada semua masyarakat untuk menolak terhadap paham-paham radikal atau paham-paham yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa yang ingin mengganti idiologi Pancasila.

    Kader Ansor dan juga mantan Ketua PAC GP Ansor Petarukan Iskandar Alisyahbana menambahkan sebagai kader harus siap dan wajib ikut menolak keras HTI , karena bertujuan mengubah idiologi NKRI yaitu Pancasila.  Menurutnya,  dulu para pejuang terutama para ulama telah menjaga dan berjuang, bahkan pada titik darah terakhir di Surabaya. Yaitu  dimana semua adalah para ulama dengan  mengerahkan seluruh santrinya untuk berjuang demi kemerdekaan RI ini.

    “Kemudian sekarang muncul aliran baru yang ingin mengubah idiologi NKRI maka kita selaku generasi penerus bangsa wajib untuk menjaganya. Sikap kita untuk tidak membiarkan aliran - aliran baru yang ingin merubah idiologi Pancasila,”imbuhnya.

    SELALU WASPADA
    Ketua PC NU Kabupaten Pemalang Dasuki yang juga ikut hadir dalam kegiatan itu, menyambut baik dan memberikan  apresiasi serta penghargaan terkait kegiatan tersebut.  Ucapan terima kasih kepada komponen genarasi muda NU yang telah melakukan kegiatan ini dengan baik.

    Menurutnya adanya ancaman dan rong-rongan terhadap NU sekaligus terhadap NKRI dan  idiologi Pancasila, karena sekarang sedang marak. Yaitu berbagai idiologi yang muncul dan tidak sesuai dengaan nilai-nilai bangsa Indonesia. Untuk itu dia mengajak kepada semua Ansor dan Banser serta warga NU untuk menjaga dan selalu waspada dengan munculnya paham – paham dan aliran baru tersebut.

    “Karena ini adalah menjadi tanggungjawab kita, tanggungjawab NU dan tanggungjawab generasi muda NU di Kabupaten Pemalang maka semua untuk selalu waspada terhadap berbagai macam idiologi yang akan merongrong Pancasila dan NKRI,”tandasnya.

    Diakhir sambutannya dia berharap aksi damai ini mendapat respon dari seluruh elemen masyarakat yang cinta NKRI. Karena bagi NU melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai NKRI adalah termasuk melanggengkan warisan para alim ulama , muaziz Nadlatul Ulama.  (apt)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top