• Berita Terkini

    Friday, February 10, 2017

    Korban Keracunan Massal di Purbalingga Capai Ratusan Orang

    PURBALINGGA - KOrban keracunan massal di Desa Serayu Larangan Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga terus bertambah. Bila sebelumnya dilaporkan ada 60 korban, perkembangan baru menyebutkan ada ratusan orang.

    Data Puskesmas Serayu Larangan menyebutkan total ada 122 orang korban. Mereka terdiri dari beragam usia dari balita, remaja, dewasa hingga lansia. Dari jumlah tersebut 30 pasien akhirnya dirujuk ke sejumlah rumah sakit di Purbalingga. Sementara yang menjalani rawat inap sebanyak 21 orang dan sudah diperbolehkan pulang 71 orang.

    Amin Yusup, salah satu perangkat desa Serayu Larangan, Kecamatan Mrebet berniat ke rumah kerabatnya untuk memberikan santunan yatim piatu. Saat itu Kamis (9/2) sore dia sampai di rumah kerabatnya. Namun dia langsung disambut beberapa anggota keluarga yang mengaku pusing dan mual serta demam.

    Kaur Kesra ini langsungb teringat di Puskesmas sudah ada yang dirawat dari RT lain karena diduga makan masakan ayam. Kontan saja dia langsung membawa 3 kerabatnya itu ke Puskesmas, agar segera mendapatkan pertolongan.

    “Benar saja, saat sampai di sana, dia melihat sudah banyak warga desa yang diberikan penanganan. Saya langsung sidak sendiri ke rumah- rumah di dekat saya sembari membawa lagi warga yang kelihatannya kena efek makanan itu,” ungkapnya, Jumat (10/2).

    Tujuan dia menyisir warganya agar tidak terjadi dampak yang semakin parah. Karena bisa saja ketika gangguan itu dianggap enteng dan warga malas berobat. “Beberapa warga sempat menilai itu hanya masuk angin biasa. Tapi setelah ada yang mual, muntah dan diare, baru mereka bergegas ke Puskesmas Serayu Larangan,” tambahnya.

    Hingga Jumat (10/2) siang, kerabatnya dua orang sudah diperbolehkan pulang atau menjalani rawat jalan. Sedangkan warga lainnya masih ada yang harus istirahat di ruang perawatan puskesmas.

    Seperti diberitakan, warga mengalami keracunan setelah menyantap ayam panggang dan ayam rica- rica yang dikonsumsi pada Rabu (8/2) siang. Pada Kamis, Puluhan orang pekerja perusahaan plasma rambut di desa mereka mengonsumsi makanan enak itu dan diduga mengalami gejala keracunan. (amr)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top