• Berita Terkini

    Friday, February 10, 2017

    Pembangunan Pasar Klewer Solo Berkubang Masalah

    DAMIANUS BRAM/RASO
    SOLO – Dugaan penyewaan dan penjualan kios Pasar Klewer yang mencapai miliaran rupuiah belum terungkap. Tapi, sudah disusul masalah 13 kios dibangun di gang buntu, 30 pintu kios belum terpasang, dan yang terbaru, basement pasar setempat tidak bisa digunakan karena terendam air.

    Pemkot menilai desain konstruksi di calon lokasi parkir itulah yang membuat air menggenangi seluruh basement. “Beton yang dipasang di basement itu kan tidak satu utuh ya. Jadi terdiri dari beberapa bagian. Nah di antara sambungan beton, harus ada celah untuk mengantisipasi goncangan bila terjadi gempa atau yang lain. Dari celah itulah ternyata air merembes,” terang Kepala Dinas Perdagangan Subagiyo, Jumat(10/2).

    Pengamatan ketika mengikuti tinjauan wali kota ke Pasar Klewer, Kamis (9/2), seluruh bagian basement tergenang air. Hanya beberapa bagian yang sudah mulai mengering. Di lokasi, terlihat mesin penyedot air dan selang yang dibiarkan terpasang dan diletakkan di tengah basement.

    Sejumlah petugas nampak mengamati bagian sisi basement dengan tingkat genangan relatif tinggi. Salah seorang petugas mengatakan, genangan cukup parah terjadi saat hujan. Air dari bawah merembes ke atas dan menimbulkan genangan sekitar 10 sampai 15 sentimeter.

    Selama ini, bagian basement Pasar Klewer kerap luput dari pengamatan. Agenda inspeksi mendadak (sidak) pejabat pemkot biasanya langsung menuju semi basement dan lantai 1.

    Begitu pula saat awak media bertemu kontraktor PT Adhi Karya. Perusahaan pelat merah itu selalu membatasi pergerakan dan diarahkan untuk melihat ke lantai dua. Barulah pada kesempatan peninjauan terakhir, awak media melihat kondisi basement.

    Apa solusi dari pemkot? Subagiyo mengatakan telah melakukan usaha penyedotan air keluar basement. Sebanyak 16 pompa air dipasang di berbagai titik secara merata, khususnya saat hujan. Pihaknya juga telah memasang paralon khusus untuk mengalirkan genangan keluar bangunan.

    Namun, usaha tersebut tidak sepenuhnya berhasil. Genangan yang berada di tengah basement terpaksa harus dikeringkan dengan cara manual oleh petugas. Analisisa sementara, munculnya air diakibatkan kondisi lahan yang ditempati Pasar Klewer masuk kategori basah. Artinya tanah tersebut memiliki kadar air yang tinggi.

    “Kita sudah pasang delapan pompa air di setiap sisi. Jadi totalnya sekitar 16 pompa. Terus kita lakukan (penyedotan,Red) sampai bersih,” ungkap Subagiyo.

    Jika kondisi tersebut terus berlangsung, maka yang akan menjadi korban adalah pedagang. Karena, menurut rencana, basement digunakan sebagai pasar darurat pedagang Pasar Klewer timur.

    Pembangunan Pasar Klewer timur akan dimulai pada Juni. Terkait hal itu, Subagiyo optimis masalah banjir di basement dapat selesai dan pasar darurat juga tidak terganggu. “Sampai saat ini masih on schedule. Tidak ada perubahan jadwal,” tutur dia.

    Manager PT Adhi Karya Anton Purwono mengatakan, genangan yang disebabkan konstruksi bangunan basement telah dicoba diatasi. Namun dia enggan disalahkan tentang potensi adanya kesalahan konstruksi bangunan yang menyebabkan banjir. “Itu kan yang bikin Wika (PT Wijaya Karya-kontraktor sebelumnya),” ujar dia. (irw/wa)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top