• Berita Terkini

    Friday, February 10, 2017

    Kebakaran Mengancam, Sudah Tujuh Kejadian di Awal 2017

    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Kendati saat ini musim penghujan, ancaman kebakaran masih besar. Di awal tahun 2017, setidaknya sudah terjadi tujuh peristiwa kebakaran di Kabupaten Kebumen.

    Tujuh kasus kebakaran tersebut masing-masing, peristiwa terbakarnya kandang ayam di Desa/Kecamatan Poncowarno, rumah warga di Desa Caruban Kecamatan Adimulyo, rumah warga di Desa Sidomulyo Kecamatan Karangnyar, rumah warga di Desa Giritirto Kecamatan Karanggayam, dua kios pasar di Desa Karangreja Kecamatan Petanahan dan distributor es krim di Kelurahan Panjer Kecamatan Kebumen. Terbaru, kebakaran yang terjadi di salah satu kios pemotongan ayam di komplek Terminal Colt Angkutan Umum Kebumen, Kamis (9/2/2017).

    Atas kejadian ini, Plt Kasatpol PP Kebumen Rr Titi Widagni SSos mengingatkan pentingnya kewaspadaan warga. Tak kalah penting, langkah antisipasi dini yang perlu dilakukan. "Kami menghimbau agar warga selalu menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). APAR jenis tabung ini aman dan mudah digunakan serta tidak menghantar listrik," kata Titi Widagni melalui Kasi Penanggulangan Kebakaran Arif Rahmadi  SSos, Kamis (9/2/2017).

    Apalagi, APAR harganya terjangkau. Dengan manfaatnya yang begitu besar, harga APAR seharusnya tidak menjadi masalah. "Kalau melihat dampak kerugian kebakaran serta dari sisi keselamatan, harga APAR menjadi tidak ada artinya," kata Arif.

    Selain itu, masyarakat diminta memahami hal-hal yang bisa memicu kebakaran. Pada banyak kasus, hubungan arus pendek (korsleting listrik) menjadi penyebab kebakaran yang paling sering terjadi.


    Ini terjadi karena ketidaktahuan warga pada pemasangan instalasi listrik, terutama saat peralihan jaringan daya 450 VA ke daya yang lebih besar misalnya 900 VA atau lebih. Sayangnya, itu tak diiringi dengan perubahan instalasi yang sesuai dengan daya 900 VA. “Kenaikan daya listrik, tanpa diiringi dengan instalasi ulang jaringan, membuat daya tidak dapat lagi ditoleransi oleh kabel. Adanya kelebihan beban menyebabkan kabel panas, hingga mencapai titik nyala. Itulah awal dari bencana kebakaran,” terangnya.

    Upaya pencegahan yang dapat dilakukan, lanjutnya, yakni dengan mengontrol instalasi listrik secara berkala. Periksa kabel-kabel yang mungkin telah lama lecet dan usang. Beberapa sambungan kabel juga harus dipastikan aman, jangan biarkan terdapat kabel yang terbuka. “Dengan adanya kewaspadaan tersebut, diharapkan dapat mengurangi adanya resiko kebakaran,” terangnya.

    Di saat yang sama, Arif Rahmadi menambahkan, Petugas pemadam kebakaran Kebumen memiliki keterbatasan dalam menanagani kebakaran. OLeh sebab itu, butuh peran serta masyarakat dalam penanggulangan kebakaran," ujarnya.(mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top