• Berita Terkini

    Wednesday, January 25, 2017

    Jelang Imlek, Gus Yazid Serukan Kerukunan

    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Menjelang perayaan imlek bagi warga keturunan Tionghoa, Waki Bupati KH Yazid Mahfudz mengajak seluruh warga Kabupaten Kebumen untuk menjaga kerukunan antar umat beragama.

    Seruan tersebut disampaikan pria yang karib disapa Gus Yazid itu pada acara Silaturahmi Tokoh Lintas Agama menjelang tahun baru imlek 2568. Acara tersebut dilaksanakan di Rumah Makan Sop Ari Kebumen, Rabu (25/1/2017).

    "Kita adalah satu saudara, kita adalah bineka tunggal ika, satu NKRI. Tidak ada yang lebih tinggi maupun lebih rendah," kata Gus Yazid, saat menyampaikan sambutannya.

    Untuk mencegahh masuknya isu yang mengatasnamakan agama dan sebagai pemicu konflik sehingga bisa memecah belah persatuan dan kesatuan, pihaknya menyerukan untuk tetap menegakan kerukunan dan pengamalan ajaran agama. Sebab ini benteng yang efektif untuk mencegah terjadinya disintegrasi bangsa.

    "Pada tanggal 6 Februari mendatang akan ada imlek bersama di Aula Setda Kebumen. Insya Allah saya akan hadir. Kita adalah satu tidak ada perbedaan, kita bersama-sama jaga keurukunan agar suasana aman dan kondusif," pintanya.

    Selain Wakil Bupati, acara yang digagas oleh Polres Kebumen itu dihadiri oleh Kapolres AKBP Alpen, Wakapolres Kompol Umi Mariati, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Kebumen Mohammad Dawamudin, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kebumen Nurtaqwa Setyabudi. Sejumlah tokoh lintas agama seperti tokoh Kristen, Katolik, Hindu dan Budha.

    Dari tokoh Tionghoa terlihat Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kabupaten Kebumen Bobyn Yap, tokoh muda Tionghoa Kebumen Santoso Budiawan dan Henki Halim.

    Hal senada dikatakan Ketua FKUB Kabupaten Kebumen, Mohammad Dawamudin. Dawamudin menegaskan pentingnya menyambung silaturahmi. Hal itu penting karena pluralisnya masyarakat Indonesia, termasuk Kebumen.

    "Saya yakin masing-masing agama punya ajaran untuk mendakwahkan agamanya. Tapi harus dilakukan dengan cara bijak, santun dan proporsional," tegasnya.

    Dia tidak setuju jika ada pihak-pihak yang cara berdakwahnya menggunakan cara kekerasan. "Lakukan dengan cara yang baik. Dakwah tidak usai pakai pentungan di jalan. Tetapi lakukan dengan cara hikmah dan damai tidak dengan cara kekerasan," imbuhnya.

    Lahirnya Indonesia, lanjut dia, merupakan atas kesepakatan semua tokoh agama pada saat itu. Oleh karenya, dia mengajak untuk menjaga keutuhan NKRI. "NKRI dengan Pancasila kita tegakkan. Kalau diganti akan terjadi konflik horisontal," imbuhnya lagi.

    Terkait dengan perayaan imlek, pihaknya mengajak umat beragama di Kabupaten Kebumen untuk menghormati warga Tionghoa yang merayakannya. "Bagi yang merayakan imlek selamat imlek semoga sukses. Kita jaga jangan sampai terpengeruh dengan politik di Jakarta. Mari Kebumen kita jaga," tandasnya.

    Sementara itu, Ketua PTMSI Kabupaten Kebumen Bobyn Soegianto (Bobyn Yap), mengajak masyarakat lainnya untuk meningkatkan rasa persudaraan sebagai sesama warga Kebumen. "Pluralisme itu terus berjalan, sehingga tali persaudaraan akan terus terjaga," ujarnya..

    Sedangkan, Kapolres Kebumen AKBP Alpen menyampaikan dalam menjalankan tugasnya polisi tidak bisa berjalan sendiri. Terlebih jumlah polisi di Kabupaten Kebumen hanya sebanyak 965 orang. Jumlah tersebut jauh lebih sedikit dibandingkan jumlah penduduk Kabupaten Kebumen yang mencapai 1,3 juta jiwa.

    "Mari kita bersama-sama ciptakan suasana damai. Jangan terpengaruh dengan media sosial," tandas Kapolres.(ori)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top