• Berita Terkini

    Wednesday, January 25, 2017

    Kebumen Waspada Antraks

    Sudarno Ahmad/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Ditemukannya hewan yang terjangkit antraks di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), membuat Pemkab Kebumen mulai mengawasi secara ketat hewan ternak yang beredar di Kabupaten Kebumen. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran penyakit yang membahayakan tersebut.

    Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen pun mengintensifkan pemantauan hewan ternak di seluruh pasar hewan yang ada di Kabupaten Kebumen. Selain pasar hewan, Rumah Potong Hewan (RPH) juga mendapat pemantauan khusus. "Ini untuk memastikan virus antraks tidak menyrbar di Kebumen," kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen Pudji Rahaju, melalui Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Purnowati, Selasa (24/1/2017).

    Terlebih Kebumen diketahui sebagai wilayah ternak sapi peranakan ongole (PO). Hal tersebut lantas membuat pemerintah tidak ingin hewan-hewan ternak tersebut terjangkit antraks.
    Selain itu, sebagian pasokan hewan ternak yang beredar di Kebumen juga berasal dari wilayah DIY.

    "Kami sudah melakukan pemeriksaan hewan ternak yang berasal dari Yogyakarta dan Purworejo. Dari sampel yang kami periksa belum ada temuan hewan yang terjangkit," terang wanita yang akrab disapa Ipung ini.

    Purnowati menjelaskan, pemeriksaan dilakukan dengan mengambil sampel darah sapi dan kambing. Kemudian diteliti untuk memastikan apakah ada virus antraks atau tidak.

    Meski sampai saat ini belum ada laporan mengenai hewan ternak yang terindikasi antraks. Namun demikian, pihaknya tetap melakukan pengawasan ketat, terutama di pasar hewan dan arus lalu lintas ternak.

    Ipung juga menjelaskan, pihaknya juga melakukan antisipasi degan cara mensosialisasikan jika ada hewan yag terjangkit antrak untuk tidak langsung disembelih karena bisa menular ke manusia.

    Bakteri di dalam darah diketahui bisa menyebar melalui media tanah dan angin. Hal ini karena bakteri diselubungi spora dan jika menempel pada pakan ternak bisa menular.

    “Kami mengimbau jika ada hewan ternak yang mati jangan disembelih,” beber Ipung.(ori)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top