• Berita Terkini

    Friday, January 13, 2017

    Ini Penuturan Warga Soal "Aksi Edan" Pria Bacok Warga di Bonorowo

    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Apriliyani (48) pelaku pembacokan terhadap dua warga di depan toko Fatih Desa Pujodadi Kecamatan Bonorowo, masih mendekam di balik jeruji sel Mapolsek Bonorowo. Betapa mencekamnya peristiwa yang terjadi pada Kamis (12/1/2017) itu dituturkan oleh warga.

    Menurut warga, aksi pembacokan yang dilakukan Apriliyani memang terjadi secara tiba-tiba. Sebelum kejadian, April yang mengendarai sepeda motor Supra X 125 dari arah selatan berhenti di depan toko Fatih di Dukuh Pesanteren Desa Pujodadi Kecamatan Bonorowo.

    Begitu berhenti, dia mengambil clurit di jok motornya dan menyerang Sutiono (48) dan Sumitro (57) yang baru saja keluar dari warung. Sebelumnya, korban yang berstatus paman dan keponakan itu berhenti di Toko Fatih untuk membeli minum setelah berziarah di Desa Pujodadi.

    Kedua korban sempat mengindar namun sabetan celurit April yang terus membabi buta membuat kedua korban luka dibagian wajah tangan dan punggung dan darah tercecer di teras toko. Dari pantauan di lokasi kejadian, ceceran darah memang masih terlihat dan belum dibersihkan.

    Turah (50), warga setempat yang juga tengah belanja menyaksikan langsung saat Apriliyani membacok kedua korban. "April pake sepeda motor dari arah selatan, dia berhenti lalu ngambil clurit di jok motor dan langsung mbacok orang. Saya takut karna bawa cucu, saya teriak tolong tolong... lalu saya sembunyi di dalam toko," kata dia yang mengaku masih trauma dengan kejadian tersebut ,, Jumat (13/1/2017).

    Mendengar teriakan sontak warga sekitar datang dan berusaha menolong kedua korban yang tangah dibacok. Tak lama polsek Bonorowo sampai dilokasi setalah dihubungi oleh warga sekitar. "Saya minta tolong warga lalu ada yang telfon pak polisi," kata Mirna penjaga toko.

    Pembacokan yang dilakukan Apriliyani tak urung membuat warga resah. Mereka takut jika Apriliyani kembali ngamuk. "Mohon pihak terkait turun tangan mengatasi persoalan ini," harap salah seorang warga.

    Kapolsek Bonorowo Iptu Ibnu Sarjono menuturkan, polisi masih menunggu pihak keluarga yang berada di Jakarta untuk menyelesaikan permasalah tersebut."Kita masih nunggu keluarga dari Jakarta yang akan mengurus, nantinya setelah ada kejelasan dari keluarga, kita bikin perjanjian hitam diatas putih terkait penanganan ahli ejiwaan, apakan mau dibawa ke rumah sakit jiwa atau gimana. Yang pasti kita masih nunggu pihak keluarga," ujar Ibnu, Jumat (13/12017).

    Diakuinya, polisi sempat kerepotan saat mengamankan Apriliyani yang tengah mengamuk di toko Fatih Desa Pujodadi Kecamatan Bonorowo. Bahkan dia harus mengerahkan lima anggotanya, termasuk dibantu warga untuk meringkus Apriliyani.(saefur/has/cah)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top