• Berita Terkini

    Friday, January 13, 2017

    Dua Nelayan Tegal Hilang di Laut

    TEGAL  - Warga Desa Suradadi, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, digemparkan dengan kabar dua orang nelayan yang hilang dilaut. Mereka adalah, M. Rasmin,40, dan Urip Supriyanto,23, warga RT 2 RW 13 desa setempat. Mendengar kabar itu, puluhan masyarakat Desa Suradadi turut mencarinya.

    Pencarian juga dibantu oleh Tim SAR gabungan yang terdiri dari Satuan Polisi Air (Satpolair) Polres Tegal, Palang Merah Indonesia (PMI), SAR, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Koramil, dan Pemerintah Desa/ Kecamatan Suradadi.

    Dalam pencarian itu, Tim SAR mengerahkan dua perahu karet dan satu perahu besar untuk menyisir keberadaan nelayan itu pada Jumat pagi (13/1). Sementara itu, keluarga dan warga sekitar memadati pantai Suradadi menunggu kabar pencarian.

    Istri M Rasmin, Mohana,38, saat ditemui terlihat sedih dengan kabar hilangnya tulang punggung keluarganya itu. Dia mengisahkan, suaminya berangkat bersama dua rekannya Urip Supriyanto dan Wahnoto,60, pada Kamis (12/1) sekitar pukul 02.30 dini hari. Biasanya, suaminya pulang melaut sekitar pukul 11.00. Tapi, hingga sore hari, suami tercintanya itu tak kunjung pulang. Lantaran khawatir, Mohana kemudian mencoba mencari keberadaan suaminya dengan bertanya kepada tetangganya, Wahnoto.

    Menurut tetangganya itu, suaminya memisahkan diri setelah tiba di tengah laut. Suaminya menuju ke perairan sebelah barat. Kala itu, Wahnoto tidak ada kontak lagi dengan M Rasmin dan Urip. Setelah pukul 11.00, Wahnoto pun pulang kerumahnya sendiri.  “Setelah mendapatkan keterangan dari Wahnoto, saya kemudian melaporkan kejadian ini ke aparat desa,” ujarnya.

    Kasatpolair Polres Tegal, Ipda M Wahyadi mengatakan, pencarian melibatkan sejumlah personel gabungan dari berbagai instansi terkait. Selain itu, pihaknya juga menerjunkan kapal milik Satpolair, dua perahu karet dari SAR dan BPBD. Pencarian dibagi menjadi 3 kelompok dengan jumlah masing-masing kelompok 4-6 orang.  "Penyisiran dilakukan dari arah barat, timur dan tengah. Terutama di titik terakhir kali korban terlihat,” kata Wahyadi.

    Menurut Wahyadi, proses pencarian akan terus dilakukan sampai korban dapat ditemukan. Namun, pihaknya juga tetap mempertimbangkan faktor cuaca, supaya tidak membahayakan bagi para penolong. “Kami berharap dua nelayan ini bisa segera ditemukan,” pungkasnya. (yer)



    Berita Terbaru :


    Scroll to Top