• Berita Terkini

    Monday, November 21, 2016

    Luka Tusuk 13 Citimeter, Debt Kolektor Tewas

    ilustrasi
    JEPARA-Andi Yulianto, 28, Minggu (20/11) sore masih menjadi misteri. Pihak kepolisian hingga kemarin masih melakukan penyelidikan. Sejumlah saksi yang melihat kejadian itu hanya tahu pelaku berjumlah empat orang. Satu diantaranya perempuan.

    Andi tewas setelah dibacok menggunakan senjata tajam di pinggir jalan raya di kawasan RT 13/ RW 4, Desa Bantrung sekitar pukul 17.00 WIB. Kronologi kejadian bermula ketika korban bersama temannya, Ridwan, 25, melewati Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan mengendarai roda dua. Dalam waktu yang bersamaan korban dipepet dua kendaraan pelaku. Korban ditendang hingga jatuh. Sempat jerjadi perkelahian sekitar 10 menit.

    ”Salah satu pelaku membawa kayu. Satu pelaku kemudian menusuk punggung korban (Andi, Red) menggunakan pisau warna putih.  Korban satunya (Ridwan, Red) berusaha menolong  tapi pelaku menyerang dengan menusuk ke arah matanya,” ujar saksi kejadian, Sobirin, 49, warga RT 13/ RW 4, Desa Bantrung.
      Sobirin mengatakan, setelah itu empat pelaku melarikan diri ke arah utara menggunakan motornya. Ia mengatakan dari empat pelaku yang terlibat dalam pembunuhan itu, satu diantaranya seoarang perempuan.

    Saksi lain, Toso 48, warga Desa Bantrung. mengatakan, dirinya melihat korban sudah tergeletak di tanah. Dirinya bersama saksi lain kemudian membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kartini. Dua korban diangkut menggunakan motor Viar  Tosa.

    Sayangnya,korban Andi tewas saat dalam perjalan dan langsung dilarikan ke ruang jenazah. Sementara Ridwan kritis dan dirawat di IGD.
    Pantaun Jawa Pos Radar Kudus kemarin malam, isak tangis memenuhi ruang jenazah RSUD Kartini. Keluarga korban berdatangan. Pihak rumah masih belum bisa melakukan otopsi karena dokter yang bersangkutan masih menangani otopsi di luar kota. Proses otopsi baru dilakukan kemarin siang. Ahli forensik Polda Jateng, AKBP, Dr. Sumi Hastri yang menangani kasus tersebut.

    Dari hasil otopsi diketahui, korban tewas setelah mengalami luka bacok bagian perut sebelah kiri. ”Yang lain hanya luka lecet di pelipis, dagu, leher, tangan karena menangkis serangan dari pelaku. Tapi yang membuat korban tewas di bagian perut. Kedalaman luka sekitar 13 cintimeter,” ujar Sumi hastri saat ditemui Jawa Pos radar Kudus usai proses otopsi sekitar pukul 13.00 kemarin.

    Kapolsek Batealit, AKP Hendro Astro, menyampaikan, kasus ini sudah dilimpahkan ke Polres Jepara. Saat ini masih dalam proses penyelidikan. Barang bukti berupa mooto dan tas milik korban diamankan petugas. Sementara benda tajam yang digunakan untuk menusuk korban dibawa kabur oleh pelaku.

    ”Saat ini baru pemeriksaan saksi. Ada tiga orang yang sudah diperiksa dari saksi kejadian. Saksi hanya mengetahui kejadian itu dari jauh. Sementara empat pelaku saat ini masih belum diketahui identitas dan keberadaannya,” katanya.

    Hendro membenarkan, korban tewas seorang deep kolektor. Tapi sejauh ini pihaknya belum bisa menyimpulkan kasus ini berhubungan dengan profesinya atau tidak. Sebab, pembunuhan terjadi setelah korban habis nonton dangdut di kawasan Desa Langan Jepara. ”Informasi sementara, korban mau ke tempat temannya di daerah Bulungan,” katanya.
    Kasat Reskrim Polres Jepara, AKP Suhasana, mengatakan, pihaknya belum menemukan titik terang terkait kebradaan pelaku. Pihaknya baru mendalami kasus tersebut. ”Di sisi lain korban yang satunya (Redwan, Red) saat ini masih dioperasi dan belum bisa memberikan keterangan. Kondisinya masih lemah,” katanya. (pin)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top