• Berita Terkini

    Wednesday, November 2, 2016

    Bupati Pekalongan Himbau Warga tak Ikut Demo ke Jakarta

    MUHAMMAD HADIYAN
    KAJEN - Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, mewanti-wanti warga Kabupaten Pekalongan agar tidak turut demo ke Jakarta. Menurutnya, hingar bingar yang terjadi di Jakarta, biarlah terjadi. Namun, masyarakat Kabupaten Pekalongan tetap bisa melangsungkan hidup dengan saling menjaga kerukunan umat beragam serta mengisi hari-hari dengan kegiatan positif.

    "Saya mewanti-wanti agar masyarakat Kabupaten Pekalongan lebih melakukan kegiatan untuk pembangunan Kabupaten Pekalongan ketimbang ikut demo ke Jakarta. Lebih baik melakukan kegiatan positif ketimbang harus menghabiskan energi ikut demo," ujar Asip saat menjadi pembicara dalam acara mendukung kerukunan antar umat beragama di Hotel Dafam, Rabu (02/11) kemarin.

    Menurutnya, masyarakat daerah, terutama masyarakat Kabupaten Pekalongan tidak usah ikut-ikut. Terpenting adalah menjaga kerukunan antar umat beragama di daerah masing-masing, agar kejadian tersebut tidak merembet ke daerah-daerah lain.

    "Kita sudah ketemu pemuka lintas agama dan sudah sepakat akan saling melakukan komunikasi jika terjadi miss harmoni seperti yang terjadi di ibukota. Saya menyarankan, agar masyarakat tidak usah ikut pergi demo ke Jakarta," katanya.

    Asip berpendapat, jika masyarakat lebih baik melakukan kegiatan positif yang berguna bagi masyarakat banyak. Ia mencontohkan seperti yang dilakukan banser Kota Pekalongan, yang memanfaatkan bersih-bersih perkampungan daripada ikut demo ke Jakarta.

    "Harusnya, kegiatan positif tersebut bisa kita tiru agar kita bisa bermanfaat bagi sesama," terang Asip.

    Diharapkan, ke depan akan aman semuanya. Kerusuhan tidak terjadi dan tak meluas hingga ke Kabupaten Pekalongan. "Makanya saya dalam acara kemarin itu, menegaskan agar kita antar agama harus saling berkomunikasi sehingga dapat dilakukan pencegahan," katanya.

    Ia membeberkan, berdasarkan laporan dari Kesbangpol, di Kabupaten Pekalongan ada sekitar lima orang yang berangkat ke Jakarta. "Selain untuk mengurus bisnisnya di Jakarta, lima orang tersebut kemungkinan juga akan ikut demo. Semoga lebih ke mengurus bisnisnya ketimbang ikut demo disana (Jakarta)," katanya.
    Ditegaskan kembali oleh Asip, agar masyarakat Kabupaten Pekalongan tidak berangkat ikut demo di sana, dan lebih baik energinya digunakan untuk melakukan kegiatan yang bermanfaat atau ikut serta membangun Kota Santri. (yan)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top