• Berita Terkini

    Thursday, November 24, 2016

    Bangkai Kapal KM Mulya Sejati Belum Bisa Dievakuasi

    REMBANG – Potongan bangkai KM Mulya Sejati ternyata belum berhasil ditarik menuju daratan terdekat di Desa Jatisari, Sluke. Kondisi bangkai yang terbalik dan menancap di dasar laut, membuat petugas dan warga kesulitan mengevakuasi. Hingga saat ini, posisi kapal masih berjarak 10 mil dari daratan.

    Penemu potongan bangkai kapal tersebut, kali pertama Imam Turmudzi, nelayan asal Desa Jatisari, Sluke. Lokasinya sekitar 17 mil dari daratan. Kala itu, dia sedang perjalanan pulang dari mencari ikan. ”Saya menemukan bangkai kapal itu jam 05.00. Berangkat melaut malam hari sebelumnya,” jelas Turmudzi.

    Dia pun langsung meminta bantuan empat rekannya. Menggunakan empat perahu, lima orang nelayan ini berusaha menarik kapal menuju daratan terdekat. Mereka berbagi tugas. Tiga perahu menarik bangkai kapal. Satu lainnya menunggu di belakang bangkai KM Mulya Sejati. ”Satu perahu di belakang mengambil barang-barang yang keluar saat kapal ditarik,” tambahnya.

    Sejak pukul 09.00, kapal tersebut ditarik. Butuh waktu tujuh jam, sehingga kapal bergeser 7 mil dari lokasi awal ditemukan. Hingga saat ini, kapal berada sekitar 10 mil dari daratan Jatisari. Empat perahu tersebut tak bisa menarik lagi karena ada bagian bangkai kapal yang menancap ke dasar laut.

    Petugas Syahbandar Rembang Eko Teguh Siswanto menjelaskan, evakuasi bangkai kapal akan dilakukan secepatnya. Hal itu mengingat posisi kapal di jalur yang dilalui para nelayan. ”Evakuasi diupayakan sesegera mungkin. Karena ini bisa membahayakan kapal yang melintas di jalur itu,” jelas Eko.

    Namun setelah berkoordinasi dengan warga dan perangkat desa setempat, evakuasi batal dilakukan hari itu juga karena terkendala peralatan. Sebab, warga sempat berusaha mengubah posisi kapal agar tidak tengkurap. Namun empat perahu yang dikerahkan ternyata tak mampu melakukannya.

    Sekdes Jatisari Suwandi megatakan, salah satu alternatif yang bisa dilakukan untuk mengubah posisi kapal menggunakan Tugboat penarik tongkang milik PLTU Rembang. Namun hal itu perlu dikoordinasikan dengan instansi terkait. Selain itu, penarikan juga bisa dilakukan dengan kapal serupa. Tapi juga perlu dikoordinasikan dengan pemilik KM Mulya Sejati.

    Suwandi telah menghubungi pemilik kapal KM Mulya Sejati bernama Jadi. Dia memberitahukan keberadaan potongan kapalnya yang terseret hingga ke perairan Sluke. Namun saat dihubungi, Jadi masih di Tuban untuk mengurus kecelakaan yang menimpa kapalnya. ”Saya hubungi bicaranya masih megap-megap,” tambah Suwandi.
    Skenario evakuasi yang memungkinkan, posisi kapal harus dibalikkan dulu agar tidak tengkurap. Selanjutnya, potongan bagian depan KM Mulya Sejati ini ditarik menggunakan kapal lain menuju daratan terdekat.

    Pantauan Jawa Pos Radar Kudus dari dermaga Desa Jatisari, posisi kapal beberapa kali berubah arah karena terbawa arus. Namun, Suwandi mengungkapkan warga telah memasang dua jangkar untuk menahan agar kapal tak bergeser posisinya. ”Kalau dilihat hanya berubah arah saja. Posisinya tetap, tidak bergeser,” imbuh Petugas Syahbandar Eko. (lid/lil)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top