• Berita Terkini

    Thursday, November 10, 2016

    347 KK Cairkan Dana Tunai Rp 250 Ribu

    sudarno ahmad/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Sebanyak 347 Kepala Keluarga (KK) miskin di Kabupaten Kebumen mencairkan bantuan uang tunai sebesar Rp 250 ribu. Mereka mencairkan bantuan pemerintah itu setelah upacara hari pahlawan melalui sebuah mobil khusus dari bank penyalur di Alun-alun Kebumen, Kamis (10/11).

    Kepala Bidang Sosial Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Kabupaten Kebumen, Muh Rosyid, mengatakan 347 KK itu merupakan penerima manfaat program Kartu Jateng Sejahtera (KJS). "Jumlah penerima manfaat KJS ini ada 347 KK dengan jumlah mencapai 851 jiwa," kata Muh Rosyid, kepada Kebumen Ekspres, disela-sela penyaluran KJS, kemarin.

    Menurut Muh Rosyid, penerima manfaat KJS mendapatkan berbagai fasilitas dari Pemprov Jateng, meliputi jaminan sosial kesejahteraan rakyat (Jamsoskesra) tunai sebesar Rp 100 ribu per bulan per KK. Selanjutnya, mereka juga menerima bantuan dana untuk membeli beras kelas premium sebanyak 15 kilogram, setiap kilogramnya senilai Rp 10 ribu. Sehingga total bantuan untuk beras ini mencapai Rp 150 ribu per bulan per KK.

    Selain itu, penerima manfaat KJS juga menerima fasilitas jaminan kesehatan sebesar Rp 23 ribu per bulan untuk iuran BPJS. Sedangkan, bagi anak penerimaan KJS yang masih duduk dibangu SMA/SMK akan mendapat bantuan sebesar Rp 1 juta per tahun.

    Dia menjelaskan, bantuan sebesar Rp 250 ribu yang dicairkan kemarin merupakan rincian dari jaminan sosial kesejahteraan rakyat (Jamsoskesra) tunai sebesar Rp 100 ribu dan beras kelas premium sebesar Rp 150 ribu. "Ini bantuan yang dicairkan untuk bulan November," ujarnya.

    Sedangkan, pelajar yang menerima bantuan hanya SMA/SMK karena sekolah lanjutan tersebut pengelolaannya dibawah Pemrov Jateng. Lebih jauh, Kartu Jateng Sejahtera (KJS), merupakan jaminan sosial yang ditujukan untuk keluarga miskin non produktif di Jawa Tengah. "KJS ini untuk membantu masyarakat miskin yang tidak berdaya, tidak berproduktif, yang tidak dibiayai pemerintah, baik APBN, APBD Provinsi, maupun APBD kabupaten/kota," bebernya.

    Rosyid menyebutkan, dari hasil verifikasi yang dilakukan, ada 347 keluarga miskin yang benar-benar tidak produktif. Misalnya karena penyakit yang sulit disembuhkan, miskin yang sulit dientaskan, dan penyandang cacat. "Mereka akan menerima bantuan ini selama program ini masih ada," tegasnya.
    Program KJS ini sementara menggunakan dana partisipasi dari pihak perbankan yakni Bank Jateng dan BUMN sampai Desember 2016. Sehingga sistem penyalurannya nantinya dari Bank Jateng langsung ke masyarakat. Secara simbolis KJS diserahkan oleh Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad, kepada penerima usai upacara peringatan Hari Pahlawan di Alun-alun Kebumen, kemarin.(ori)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top