• Berita Terkini

    Friday, August 26, 2016

    Kepengurusan KONI harus Terbentuk September

    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Tengah akhirnya turun tangan menengahi kemelut KONI Kebumen. Saat ini, sudah ditunjuk caretaker yang memiliki tugas membentuk kepengurusan KONI di Kebumen. Dan, kepengurusan KONI Kebumen yang baru itu harus terbentuk pada September mendatang.

    Adapun yang ditunjuk KONI Jateng sebagai caretaker,  Giri Dahono  dan Darjo Soyat.  Kepada koran ini, Giri Dahono, mengatakan dia bersama koleganya Darjo Soyat ditunjuk sebagai caretaker mulai 23 Agustus. Tugas sebagai caretaker ialah untuk membentuk KONI Kebumen.

    Menurut Giri Dahono, pihaknya mulai melakukan persiapan menyelenggarakan Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub). Tahapannya mulai mencari data cabang olahraga termasuk menyelesaikan SK yang mati. Hasilnya akan dikomunikasikan kepada satuan kerja terkait di Pemkab Kebumen.

    "Langkah selanjutnya dilakukan kondisioning. Kamis akan bertemu dengan cabang olahraga yang SK-nya masih berlaku. Tentu Waktunya sesuai persetujuan SKPD," ujar pria yang juga Kepala Bidang Organisasi KONI Jateng itu, Jumat (26/8/2016).

    Setelah itu, saat pra Musorkablub akan muncul nama-nama yang akan dicalonkan maupun mencalonkan diri. Tentu, dalam setiap tahapan, pihaknya akan tetap berpegang aturan yang ada. Tidak boleh dilanggar AD/ART, kemudian tidak melanggar Pasal 40  Undang-undang Nomor 3 Tahun 2005. Bahwa pejabat struktural, pejabat publik, PNS, tidak bisa menjadi ketua umum KONI.

    "Nanti akan dibuka pendaftaran. Tidak lama, paling hanya tiga hari," imbuh Giri Dahono menyebutkan cabang olahraga yang SK mati tidak hak suara termasuk tidak boleh menerima anggaran dari Pemkab Kebumen.

    Dengan ditunjuknya caretaker, otomatis hasil Musorkab KONI Kebumen periode 2016-2021 pada 7 Januari dianulir. Menurut Giri Dahono, dibekukannya hasil Musorkab KONI Kebumen yang memilih Dwi Aries Pambrasto sebagai ketua umum, lantaran hingga batas waktu enam bulan belum dilakukan pengukuhan. Kasus di Kebumen sejak Musorkab 7 Januari, lebih dari tujuh bulan belum belum diajukan ke KONI Jateng.

    Giri Dahono enggan berkomentar lebih jauh dengan adanya persoalan yang terjadi di tubuh KONI Kebumen. Apapun yang terjadi, Dahono mengajak semua pihak dapat sama-sama membesarkan olah raga di Kebumen dan mengesampingkan ego pribadi. Apalagi, taruhannya sangat besar bila persoalan di KONI Kebumen tak kunjung diselesaikan."Korbannya ialah cabang olahraga. Kasihan lho, sudah bulan Agustus, jika September duite ora bisa dicairke piye? Rak nangis kabeh sak Kebumen. Padahal Bupati sudah menyiapkan anggaran," imbuhnya.

    Giri mengingatkan, potensi olah raga di Kebumen menjadi salah satu yang dipandang KONI Jateng. Seperti pelaksanaan agenda IPSI Jateng lalu juga digelar di Kebumen. Sudah begitu, tak lama lagi Jawa Tengah akan menjadi tuan rumah PON Remaja dan diharapkan Kebumen dapat ikut berperan serta.

    Oleh sebab itu, demi berlangsungnya pembinaan olah raga di Kebumen, KONI sudah harus terbentuk dan dilantik selambat-lambatnya akhir September mendatang. Termasuk bila sampai terjadi tak ada calon yang mendaftar. Bila itu terjadi, kata Giri Dahono, Bupati dapat menunjuk Ketua KONI di Kebumen. "Berkasnya sudah tersusun dan diserahkan kepada ketua umum KONI Jateng. Kami tidak mau menunda-nunda. Tanggal 30 September sudah harus ada pelantikan KONI Kebumen, " tandasnya. (cah)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top