• Berita Terkini

    Friday, June 24, 2016

    Aksi Pencurian Kelapa Meresahkan Warga Purworejo

    PURWOREJO- Masyarakat di Kabupaten Purworejo diimbau untuk mewaspadai adanya tindak kejahatan selama bulan Ramadan 1437 hijriah hingga pelaksanaan lebaran mendatang. Modus kejahatan yang dilakukan pelaku semakin beragam akibat terdesak kondisi ekonomi.

    Salah satu tindak kejahatan baru terjadi di Kecamatan Banyuurip, yakni pencurian kelapa. Meski tidak menimbulkan kerugian yang besar, aksi itu cukup meresahkan.

    Umar, warga Kelurahan Kledung Karangdalem Kecamatan Banyuurip salah satu korbannya. Sejumlah kelapa di kebun miliknya yang jauh dari rumah dipanen oleh pelaku yang kini belum diketahui identitasnya.

    "Ada warga yang melihat, kelapa dipetik secara diam-diam oleh orang dan diturunkan menggunakan tali. Jumlahnya memang tidak seberapa, tapi ini harus diwaspadai oleh warga lain," katanya.

    Penasaran dengan kejadian tersebut, Umar lalu mencari tahu kepada warga sekitar. Benar saja, akhir-akhir ini warga kerap melihati seseorang yang mencurigakan mengamati sejumlah pohon kelapa milik warga.

    "Yang jelas lebih dari satu orang dan bukan warga sini. Bukan pedagang kelapa karena tidak ada itikad baik dengan cara bertanya kepada warga sekitar," ungkapnya.

    Sementara itu, Kapolres Purworejo AKBP Satrio Wibowo SIK melalui Kasubbag Humas AKP Lasiyem beberapa hari sebelumnya mengimbau agar masyarakat selalu waspada dan berhati-hati selama bulan Ramadan. Pasalnya, mendekati lebaran banyak warga yang menjadi nekat melakukan tindak kejahatan lantaran himpitan ekonomi.

    "Pencegahan dini terhadap ancaman tindak kejahatan harus kita lakukan selama bulan puasa. Kami meminta agar masyarakat selalu waspada sehingga tindak kejahatan khususnya kejahatan pencurian kendaraan bemotor, perhiasan uang, dan barang diminimalkan," jelasnya.

    Selain itu, AKP Lasiyem juga berpesan agar masyarakat memastikan keamanan rumah saat ditinggal untuk melaksanakan ibadah Salat Tarawih di masjid atau musala. Harus dipastikan pula tidak ada kompor minyak atau gas dan lampu lilin yang ditinggal dalam kondisi menyala dan membahayakan.

    "Rumah juga harus dipastikan bahwa pintu atau jendela dalam keadaan terkunci. Karena tidak menutup kemungkinan ada tangan tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan kondisi itu," tegasnya. (ndi)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top