• Berita Terkini

    Monday, April 4, 2016

    HUT Ke-37, MTs Negeri 2 Gelar Mujahadah

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN(kebumenekspres.com)-Mujahadah sholawat bersama Habib Umar Bafaqih turut mewarnai peringatan HUT ke 37 MTs Negeri 2 Kebumen.  Acara peringatan HUT itu, juga disemarakkan dengan kegiatan sepeda santai yang diikuti oleh 700 peserta.

    Serangkaian peringatan HUT MTs Negeri 2 Kebumen tersebut diawali dengan kegiatan sepeda santai pada hari Jumat (1/4). Acara dilanjutkan dengan mujahadah sholawat bersama dan pengajian akbar pada  Sabtu (2/4/2016). Hadir pada pengajian tersebut Kepala Kementrian Agama (Kemenag ) Kebumen H Masmin Afif MAg.

    Kepala Sekolah MTs N 2 Kebumen Drs H Mohamad Makhi melalui Humas MTS Negeri 2 Kebumen  Hj Eti Komariah MAg mengaku bersyukur rangkaian kegiatan peringatan HUT sekolahnya tersebut berjalan lancar. Diapun mengucapkan terima kasihnya kepada semua pihak yang telah membantu.  “Kita mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada para sponsor,” tuturnya, di sela-sela acara yang diselenggarakan di halaman sekolah tersebut.

    Dijelaskannya, mujahadah dilakukan dengan mengundang para wali murid. Diharapkan dengan melakukan doa bersama dengan para wali murid, maka para siswa dapat berhasil dengan baik saat melaksanakan Ujian Nasional. “Saya yakin siswa telah berusaha sebaik mungkin, maka dari itu saat ini adalah giliran para guru dan wali murid untuk mamanjatkan doa. Para siswa juga diikutkan dalam mujahadah tersebut,” paparnya.

    Sementara itu dalam sambutannya Kepala Kemenag Kebumen H Masmin Afif MAg mengatakan diusia 37 ini, diharapkan MTs Negeri 2 Kebumen akan semakin berjaya dan selalu menoreh prestasi. “Selamat dan sukses, usia 37 tahun menunjukan kalau sekolah ini sudah dewasa,” paparnya.

    H Masmin Afif MAg juga menekankan pentingnya kejujuran pada pelaksanaan ujian nasional. Saat ini ujian sekolah tidak lagi menjadi syarat kelulusan. Ujian nasional hanya untuk memetakan prestasi masing-masing sekolah.  Bagi para siswa hasil ujian sekolah berfungsi untuk menentukan pilihan dimana siswa tersebut akan melanjutkan sekolah. “Dengan ujian sekolah tidak lagi menjadikan sebagai syarat kelulusan, diharapkan ujian seklah tidak lagi menjadi momok bagi para siswa,” ucapnya (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top