• Berita Terkini

    Wednesday, March 2, 2016

    Mayat Tanpa Identitas Kembali Ditemukan di Lukulo

    SUDARNO AHMAD/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Sesosok mayat tanpa identitas ditemukan warga mengapung di aliran Sungai Lukulo, Rabu (2/3/2016) pagi. Lokasi penemuan mayat berada sekitar 50 meter dibawah Bendungan Kedungsamak Desa Jemur, Kecamatan Pejagoan.

    Informasi yang berhasil dihimpun di lokasi kejadian, mayat berjenis kelamin laki-laki tersebut pertama kali ditemukan oleh Muhtar (61), warga RT 01 RW 04 Desa Jemur, Kecamatan Pejagoan.

    Sekitar pukul 08.00, Muhtar akan mencuci cangkulnya setelah berladang di aliran Sungai Lukulo. Tiba-tiba dia melihat sesosok mayat mengapung terbawa arus sungai. "Saya panggil warga lain untuk bantu angkat jenazah ke daratan," tutur Muhtar, di lokasi kejadian.

    Setelah berhasil mengangkat jenazah ke daratan, Muhtar melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pejagoan. Dipimpin Kapolsek Pejagoan AKP Sugiriyanto, bersama Tim Inafis Polres Kebumen langsung melakukan oleh tempat kejadian perkara.

    AKP Sugiriyanto, mengatakan mayat yang ditemukan di sekitar Bendungan Kedungsamak itu berjenis kelamin laki-laki dengan tinggi badan sekitar 164 centimeter. Saat ditemukan, korban hanya mengenakan celana kolor warna krem.  "Tidak identitas apapun yang ditemukan yang menempel di tubuh korban," kata Sugiriyanto,kepada Kebumen Ekspres, saat memimpin oleh TKP.

    Kondisi jasad korban sudah mulai mengeluarkan bau tak sedap. Dibeberapa bagian tubuh terlihat kulit sudah mengelupas, seperti di bagian kaki, tangan dan bagian perutnya. Di bagian pelipisnya juga terdapat luka akibat benturan benda tumpul serta dari mulutnya mengeluarkan darah.

    Dokter dari Puskesmas Pejagoan dokter Agus Sapariyanto, yang memeriksa jasad korban mengatakan, ssecara kasat mata korban meninggal bukan karena hasil pembunuhan. Namun, diperkirakan korban sudah meninggal dan terapung lebih dari dari delapan jam dan masih kurang dari 24 jam.  "Memang ada beberapa luka, seperti dibagian bibir bawah terkena benturan benda tumpul. Tapi itu benturan ringan, artinya karena benturan berat (penganiayaan) giginya pasti rusak. Ini giginya juga masih simetris," beber Agus Sapariyanto.

    Meski demikian, untuk pemeriksaan lebih lanjut pihaknya menyerahkan ke RSUD Dr Soedirman. "Kalau pemeriksaan luar begitu, tapi kalau pemeriksaan di bagian dalam kita tidak tahu," imbuhnya.

    Setelah dilakukan oleh TKP, jasad korban pun langsung dibawa ke RSUD Dr Soedirman Kebumen, menggunaka ambulan.

    Kapolres Kebumen AKBP Alpen SH SIK MH melalui Kasat Reskrim Kasat Reskrim AKP Willy Budianto SH MH mengatakan dari hasil pemeriksaan di TKP tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan di tubuh jenazah. Luka yang ada pada jenasah, diperkirakan disebabkan karena benturan dengan benda-benda yang ada di sungai. “Kemungkinan korban terpeleset,  dan jatuh kesungai, karena korban tidak bisa berenang maka akhirnya tenggelam,” katanya. (ori/mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top