• Berita Terkini

    Senin, 28 Maret 2016

    Anak Panti Darul Yatama Dilatih Bercocok Tanam

    ISTIMEWA
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Panti asuhan Darul Yatama mendidik para anggota panti untuk bercocok taman atau bertani. Dengan kegiatan tersebut, diharapkan anggota Panti asuhan yang beralamat di Jl Tentara Pelajar Kebumen komplek Islamic center itu belajar hidup mandiri.

    Pengasuh Panti asuhan Darul Yatama KH Muhammad Sholeh MPdI mengatakan, pelatihan pertanian dilaksanakan dengan sistem pertanian organik. Sebab pertanian organik lebih sehat dan ramah lingkungan. Selain itu, pertanian organik juga akan mengembalikan kesuburan tanah. “Jika tanah pesawahan kembali subur tentunya hasil pertanian juga akan melimpah, selain itu biaya produksi dapat diminimalisir. Jika petani makmur maka Indinesia akan berjaya,” tuturnya, yang juga menjadi kepala pemberdayaan mahasiswa di IANU Kebumen tersebut.

    Dari serangkaian jenis dan produk pupuk organik cair (POC) yang beredar dipasaran, menurutnya, yang terbaik adalah pupuk organik cair Super Surya Alami (SSA) yang diproduksi oleh CV Prima Indo Niaga SPA-DAHSYAT Wonosobo. Pupuk SSA mampu mengurai sisa pupuk kimia yang masih tertinggal didalam tanah. “Kita sudah melakukan percobaan dari berbagai pupuk cair yang ada, dan SSA inilah yang mampu mengurai sisa pupuk,” katanya yang juga menjadi pengasuh  Pondok Pesantren An-Nahdlah Kebumen.

    Menurutnya, pupuk SSA mengandung unsur hara yang lengkap dan siap diserap oleh tanaman. Selain itu pupuk SSA juga baik digunakan untuk binatang ternak, seperti ayam, sapi, ikan dan udang. “Munculnya berbagai macam penyakit salah satunya disebabkan oleh pencemaran kimia, maka dari itu kembalilah kepada pertanian organik,” paparnya, yang juga sebagai stokis pupuk SSA di Kebumen.

    Sementara itu Nasiro (40) salah satu petani yang sudah menggunakan pupuk SSA mengatakan, hasil pertanian lebih banyak diperolah dengan menggunakan pupuk SSA dai pada pupuk kimia. Selain itu biaya yang dikeluarkan juga lebih sedikit. Bukan hanya itu saja, tenaga yang dikeluarkan untuk mengolah sawah juga lebih sedikit. Tanah menjadi gembur dan kaya akan nutrisi. “Sama-sama 40 ubin, yang menggunakan pupuk kimia menghasilkan 4,06 kwintal, sedangkan yang menggunakan pupuk SSA mendapatkan hasil 4,60 kwintal,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top