• Berita Terkini

    Senin, 23 Mei 2022

    Jembatan Putus Dihantam Banjir, Warga Weton Kulon Bangun Jembatan Darurat


    KEBUMEN(kebumenekspres.com)- Ratusan warga Desa Wetonkulon, Kecamatan Puring, dalam beberapa hari terakhir, bahu membahu membangun jembatan darurat di atas sungai Sungai Telomoyo. 



    Jembatan bambu ini mereka bangun, sebagai pengganti jembatan di wilayah tersebut yang putus  akibat banjir pada pertengahan bulan Maret 2022 lalu. Sejak putus hingga saat ini, jembatan itu belum juga diperbaiki.



    Dalam membuat jembatan, warga rela patungan bahan dan material. Diantaranya pohon kelapa sebagai tiang penyangga dan bambu sebagai tulang dan alas jembatan.



    Dari pantauan wartawan koran ini, pembangunan jembatan darurat sepanjang 60 meter ini tak jauh dari lokasi jembatan weton kulon yang terputus karena banjir. Meski semua bahan material tercukupi, bukan berarti tanpa kendala. Terlebih, proses pengerjaan dilakukan secara manual. 

    >


    Belum lagi, pasang surut air laut yang tidak menentu menyulitkan pekerjaan.  Bahkan warga harus rela berenang dan menyelam untuk dapat memasang tiang pancang. Warga lain, menarik tali agar tiang pancang kuat dan tidak goyah. Tak hanya warga, Anggota TNI dari Kodim 0709 dan Polres Kebumen turut serta dalam proses pembangunan ini.


    Kepala Desa Weton Kulon, Dasikin, Senin (23/5/2022) mengatakan pembangunan dimulai sejak Minggu (22/5/2022). Pembangunan dilakukan secara swadaya dan gotong royong masyarakat setempat. Jembatan ini menjadi akses tercepat warga Desa Weton Kulon menuju Buayan dan satu-satunya akses terdekat warga untuk menuju lahan pertanian.

     

    "Bahan dan material semuanya swadaya masyarakat, tiap RT iuran satu batang pohon kelapa sebagai tiang jembatan dan dan beberapa pohon bambu sebagai bahan alas jembatannya," katanya kepada Ekspres di lokasi pembangunan.


    Suryono (45) warga setempat, mengakui membangun jembatan ini tak mudah. "Susah mas, kendalanya kalau air laut sedang pasang sulit kita memasang tiang pancang, kalau air laut sudah pasang terpaksa kita berhenti dahulu jadi pengerjaannya lama," kata 


    Untuk mempercepat pengerjaan jembatan, Kodim 0709 Kebumen melalui Koramil 18 Puring, Polsek Puring dan jajaran Pemerintah Kecamatan Puring membantu proses pengerjaan jembatan pada Senin (23/5).

    Dandim 0709 Kebumen, Letkol Inf Eduard Hendri, melalui Koramil 18 Puring, Kapten Agus mengatakan, ada 30 personil dari Kodim 0709 Kebumen yang diterjunkan untuk membantu proses pengerjaan jembatan darurat. "Kami menerjunkan personil untuk membantu proses pengerjaan jembatan, sudah menjadi tugas kami untuk membantu masyarakat yang kesulitan, kami bersinergi dengan Pemdes, Camat dan Polsek Puring," katanya.


    Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat Desa Weton Kulon, Kyai Baidhowi mengatakan, meski warga sudah membangun jembatan darurat, namun jembatan yang dibangun secara manual dan material seadanya ini tidak memiliki daya tahan yang lama. Untuk itu, pihaknya berharap jembatan yang akan ditangani oleh DPU Provinsi ini segera dibangun untuk memudahkan masyarakat.


    "Kekuatan jembatan darurat ini tidak bisa bertahan lama, kami berharap kepada pemerintah kabupaten maupun provinsi, khususnya Pak Gubernur Pak Ganjar untuk segera memperbaiki jembatan, karena ini akses kami untuk ke sawah, kalau harus muter jaraknya jauh," ujarnya. 


    Terpisah, Kapolres Kebumen AKBP Burhanuddin melalui Kasubsi Penmas Aiptu S. Catur Nugraha, hadirnya Polsek dan Koramil diharapkan dana menjadi pemantik semangat para warga yang sedang bekerja bakti.

    "Hadirnya kami, dalam hal ini Polsek Puring serta Koramil Puring agar warga lebih semangat. Sehingga jembatan pembuatan jembatan bisa cepat selesai," jelas Aiptu Catur. 

    Jika telah jadi dibuat, jembatan itu sangat bermanfaat sekali bagi masyarakat sekitar karena bisa memotong jarak dan waktu tempuh.  Meski pembuatan jembatan sempat dihentikan sementara karena naiknya debit air akibat hujan, namun pembuatan akan terus dikebut. (fur/win/cah)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top