HONDA VARIO

  • Berita Terkini

    Rabu, 06 Maret 2019

    Seorang Paranormal Ajarkan Islam Menyimpang di Kebumen

    fotosaefur/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Sejumlah orang mengikuti pertaubatan aliran sesat yang digelar di Masjid Assaraa kompleks Mapolres Kebumen, Rabu (6/3/2019). Dalam kesempatan itu, mereka di "Islamkan" kembali dengan membaca kalimat syahadat.

    Hadir dalam kesempatan itu, Wakapolres Kebumen, Kompol Prayuda Widiatmoko, Kasat Binmas AKP Yusuf, Kabagops AKP Cipto Rahayu serta Kasatreskrim AKP Edy Istianto. Juga Ketua MUI Kebumen, KH Nursodik serta Sekretaris KH Khamid MpdI dan Jajaran KUA Kecamatan Kebumen.

    Wakapolres Kebumen, Kompol Prayuda Widiatmoko, menyampaikan mereka yang mengikuti kegiatan kemarin merupakan pengikut dari Hadi Siswanto (70), warga Kelurahan/Kecamatan Kebumen.  Hadi Siswanto sendiri dihadirkan pada kesempatan itu.

    "Jadi hari ini kita menggelar pertaubatan pimpinan dan pengikut "ajaran Islam Sejati ". Awalnya ada laporan dari masyarakat bahwa ada kelompok masyarakat yang melaksanakan ajaran Islam yang menyimpang. Laporan ini kemudian kita tindaklanjuti dengan pendekatan persuasif sampai akhirnya digelar acara hari ini," kata Kompol Prayuda.

    Ajaran Islam Sejati, kata Wakapolres, merupakan ide dari  Hadi Siswanto (70), warga RT 6 RW 7 Kelurahan/Kecamatan Kebumen. Dalam ajarannya, Hadi Siswanto ini mengajarkan kalimat syahadat yang berbeda. Yakni dengan menambah bacaan sesuai keyakinan Hadi Siswanto. Juga disertakannya aliran jawa. Bahkan, Hadi Siswanto telah membuat buku yang ia buat sendiri. "Yang bersangkutan (Hadi Siswanto) mengaku ajarannya itu berasal dari bisikan yang didengarnya. Lalu dia membuat buku yang disebut "islam sejati". Ajaran itu sudah berlangsung selama 3 bulan terakhir. Hadi Siswanto sehari-hari dikenal sebagai paranormal," imbuh Wakapolres.

    Adanya fenomena ini lantas disikapi Polres Kebumen dengan mengembalikan Hadi Siswanto dan pengikutnya ke ajaran Islam yang benar. Ini untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum Legislatif dan pemilihan Presiden Wakil Presiden April 2019 mendatang. (cah)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top