HONDA DUO

  • Berita Terkini

    Kamis, 24 Januari 2019

    Sempat Kembali Jebol, Tanggul Darurat Ditargetkan Selesai Minggu Ini

    Saefur Rohman / Kebumen Ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Komandan Kodim (Dandim) 0709 Kebumen Letkol Inf Zamril Philiang menargetkan penanganan tanggul jebol Sungai Telomoyo, persisnya di Desa Adiluhur Kecamatan Adimulyo  selesai minggu ini. Saat ini, pengerjaan tanggul darurat masih terus dilakukan melibatkan lintas elemen masyarakat.

    Letkol  Zamril Philiang mengatakan, sebanyak 5000 karung pasir laut yang diambil dari pantai Bopong Kecamatan Puring sudah berhasil dipindahkan menuju lokasi jebolnya tanggul.

    Pemindahan itu menggunakan truk yang kemudian diturunkan di Desa Adiluhur. Adapun untuk sampai ke lokasi, dikerahkan warga dengan cara estafet dari jalan raya menuju lokasi sekirar 500 meter.

    "Sekitar 5000 karung sudah berhasil kita pindahkan. Alat berat sudah mulai difungsikan untuk membangun tanggul itu," katanya kepada Ekspres kemarin.
    Proses ini dipantau langsung oleh Dandim 0709 Kebumen. Setiap hari, Zamril Philiang didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kebumen Eko Widianto berada di lokasi. Sejak dibangun pada Minggu (20/1), hingga Rabu (23/1), tanggul darurat sudah mencapai 40 % persen.

    Zamril Philiang mengakui, pengerjaan tanggul meleset dari target semula yakni tiga hari. Cuaca buruk menjadi kendala tersendiri dalam proses ini. Salah satunya, hujan yang masih turun beberapa hari terakhir. "Turunnya hujan membuat penanganan tanggul menjadi lebih lama," katanya

    Hujan yang terus turun bahkan membuat tanggul penahan air yang sudah dikerjakan sempat jebol pada Selasa malam (22/1). Air kemudian limpas  menggenangi area persawahan. Situasi ini memaksa pihaknya membangun kembali tanggul penahan air.

    "Kendala lain adalah adanya lubang bekas gerusan air yang cukup dalam. Sejak kemarin alat berat sudah berfungsi," kata Dandim yang kemarin bersama Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kebumen Eko Widianto.

    Apapun itu, Zamril  Philiang mengaku optimis tanggul dapat selesai akhir minggu ini. Untuk mempercepat pengerjaan, Dandim telah memerintahkan untuk bekerja lembur.

    "Malam ini, alat berat lembur untuk mengejar hari Sabtu sudah selesai. Semoga tidak ada halangan dan cuaca mendukung, kami mohon doa semoga tidak turun hujan dulu selama pengerjaan," katanya, tadi malam (23/1/2019).

    Alat berat berupa satu unit buldoser atau back hoe sudah mulai dioperasikan sejak Selasa (22/1) kemarin untuk memindahkan dan mengumpulkan tanah untuk menutup palung bekas jebolan tanggul yang cukup dalam. Perkiraan kedalaman palung itu mencapai 5 meter.

    Zamril Philiang mengatakan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan BWSO Serayu Opak Jogja. Meski demikian, karena mendesak, pihaknya berinisiatif melakukan penanganan darurat.  "Sejak hari pertama sebenarnya BWS sudah tahu. Namun, dari pada kita menunggu dengan situasi seperti ini, kita bersama menanggulangi agar warga aman dari banjir," ungkapnya. (saefur/cah)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top