• Berita Terkini

    HONDA SPORT 2019 30 Juni

    Jumat, 14 Desember 2018

    Penolakan MTA di Adikarto Terus Berlangsung

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Penolakan warga Desa Adikarto Kecamata Adimulyo kepada Pegajian atau Kajian Majelis Tafsir Al-Quran (MTA) terus berlangsung.  Seperti terlihat pada Kamis (13/12/2018), ratusan warga mengusir para jamaah MTA yang hendak melaksanakan pengajian di desa tersebut.

    Pantauan Ekspres, massa yang kemarin berkumpul dan melakukan penolakan tak hanya warga Adikarto namu ada juga warga Desa Kemujan Kecamatan Adimulyo. Warga terlihat berkumpul sejak siang hari.  Sekitar pukul 14.00 WIB, jamaah MTA mulai berdatangan. Hal itu membuat warga berang, pasalnya hampir setiap Kamis warga selalu menolak.

    Warga yang sudah mulai kesal pun mengusir jamaah MTA.  Beruntung jajaran keamanan dari Polres dan Satpol PP cepat bertindak. Sehingga meski sempat memanas, situasi dapat terkendali.

    Kasi Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kebumen Drs H Khamid MPdI yang saat itu hadir menyampaikan, Kemenag Kebumen sama sekali tidak mempersoalakan adanya MTA. Yang terjadi di Adimulyo berkaitan dengan psikologis massa.

    Dijelaskan, bahwa segmen dahwah berbeda-beda. Sehingga penting untuk mengetahui psikologis masyarakat. Sesuatu yang baru pasti akan mendapatkan berbagai respon baik itu ditolak atau diterima. Untuk itu langkah pendekatan menjadi sangat penting, sebelum memperkenalkan sesuatu yang baru. “Langkah terbaik yakni melakukan pendekatan, hingga kita menjadi bagian dari masyarakat. Setelah itu mulai diperkenalkan,” tuturnya.

    Untuk menjaga kondusifitas masyarakat, Hamid menyampaikan, ada baiknya kajian atau pengajian jamaah MTA dilaksanakan di tempat yang tidak ada penolakan. Ini dapat dilaksanakan di Gombong, Sempor atau Kantor MTA Kebumen di  Jalan Aroembinang. Selain itu bisa juga kajian dilaksanakan dengan metode privat. Ustadz MTA mendatangi rumah jamaahnya. “Kalau seperti itu maka tidak akan lagi ada penolakan,” katanya.

    Kapolres Kebumen AKBP Robertho Pardede melalui Waka Polres Kompol Prayuda Widiatmoko menyampaikan yang menjadi prioritas jajaran kepolisian yakni terciptanya ketertiban dan keamanan masyarakat. Untuk itu perlu adanya antisipasi terhadap hal-hal yang dapat memicu tidak stabilnya kantibmas. “Dalam situasi seperti inin kami berharap masyarakat, MTA dan instansi lainnya dapat menahan diri,” paparnya.

    Sementara itu Kepala Desa Adikarto Akhmad Kundarto rasa syukur, sebab penolakan MTA oleh warga berjalan dapat berjalan lancar dan tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
    “Menurut warga apabila Kamis depan masih ada kajian, maka warga akan tetap menolak dengan masa yang lebih banyak. Mudah-mudahan Kemenag dapat melakukan pendekatan kepada MTA, supaya mereka tidak melakukan kajian di Adikarto,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top