HONDA DUO

  • Berita Terkini

    Selasa, 09 Oktober 2018

    Korban Penculikan Banjarnegara Belum Kembali Masuk Sekolah

    BANJARNEGARA - Korban penculikan anak dibawah umur yang merupakan siswa SD Negeri 1 Parkancanggah, Cantika Indria Candragupta belum kembali masuk sekolah. Kemungkinan hal itu disebabkan oleh masih adanya rasa takut atau trauma yang dilaminya selepas peristiwa penculikan yang menimpanya.

    Kepala Sekolah SD Negeri 1 Parkancanggah, Listyowati mengatakan, anak didiknya yang kerap dipanggi Caca itu masih dalam proses pemulihan psikis sehingga belum dapat mengikuti kegiatan belajar di Sekolah. "Caca belum masuk sekolah lagi. Dia pasti trauma dengan kejadian itu, sehingga butuh waktu pemulihan," katanya.

    Listyowati menyadari, sebagai anak yang masih berusia belia, wajar bila Caca masih merasa takut. Apalagi kejadian itu terjadi selepas pulang sekolah. Menurutnya, sekolah akan menunggu Caca sampai betul-betul kembali pada kondisi normal dan siap kembali mengikuti kegiatan pembelajaran tanpa rasa takut.

    Belajar dari kejadian tersebut, Listyowat mengungkapkan telah memperketat penjagaan sekolah. Mulai dari anak tiba disekolah, hingga pulang dijemput oleh orangtua. "Mulai hari ini meskipun sudah jam pulang anak tidak kami perkenankan meninggalkan sekolah sebelum ada yang menjemput," katanya.

    Bahkan, dijelaskan lebih lanjut olehnya, khusus untuk kelas 1 dan 2 yang notabenenya siswanya masih berusia belia, dihimbau untuk tetap di ruang kelasnya yang berada dibagian sekolah paling dalam sampai orang tuanya datang dan masuk menjemput. "Kelasnya kan didalam sana," katanya menunjukan.

    Listyowati menuturkan, setiap guru kelas juga sudah diarahkan untuk betul-betul memastikan siapa penjemput dari anak didiknya. Baik itu orangtua murid ataupun yang diutus oleh orangtua siswa untuk menjemputkan anaknya. "Yang menjemput harus masuk kedalam dan ketemu guru," tegasnya.

    Ketakutan Caca yang diceritakan oleh Listyowati juga diakui oleh Guru Kelas Caca, Sri Yanti yang mengungkapkan akan segera membantu proses pemulihan psikis Caca melalui kunjungan rumah. "Nanti saya akan kesana untuk menjenguk Caca. Selain itu kami berusaha mencoba mengembalikan Caca supaya tidak takut lagi dan dapat segera kembali sekolah," ujarnya.

    Sebagai guru kelasnya, Sri akan membantu Caca supaya tidak berlarut-larut mengingat kejadian yang menjadikanya sebagai korban penculikan. "Lebih baik diajak bermain, bercanda, sambil belajar supaya anaknya tidak kepikiran penculikan itu terus sehingga takut. Saya berharap Ia akan cepat kembali stabil," katanya.

    Permasalahan ini juga mengundang perhatian Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Banjarnegara, Noor Tamami yang mengaku telah mengetahui dan mengambil tindakan preventif guna mengantisipasi kasus yang menimpa Caca ini kemungkinan dapat kembali terulang.

    "Pagi ini saya langsung mengumpulkan kepala bidang dan seksi pendidikan dasar untuk segera membuat himbauan dan menginformasikan kejadian ini kepada seluruh sekolah KB, PAUD, TK, dan SD. Tujuanya agar mereka dapat lebih waspada mengawasi anak didiknya," katanya saat mengunjungi SD Negeri 1 Parkancanggah, Senin (8/10) kemarin.

    Noor juga sudah berkoordinasi dengan Kepala Sekolah atau satuan pendidikan dasar khususnya SD Negeri 1 Parakancanggah untuk mengirimkan surat kepada orangtua murid agar dapat menyelakan waktunya untuk mengantar dan menjemput anaknya kesekolah supaya keamananya terjamin. Terutama untuk siswa yang masih berusia sangat belia.

    Berkaitan dengan kondisi psikis Caca, Noor mengatakan telah mengintruksikan kepada sekolah untuk segera melakukan langkah rehabilitasi dengan cara pendampingan. Menurutnya, sekolah supaya dapat menunggu Caca kembali dalam kondisi baik. Tidak perlu memaksa untuk kembali kesekolah secepatnya.

    Noor juga berharap kasus penculikan yang tengah ditangani oleh Kepolisian Banjarnegara ini dapat segera dituntaskan. "Saya mohon untuk dituntaskan. Bukan berarti saya menuntut tersangka harus dihukum. Tapi Polisi harus betul-betul membuka kebenaran kasus ini, karena penculikan ini melibatkan anak-anak," pungkasnya.(her)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top