Honda GTR

  • Berita Terkini

    Jumat, 22 Juni 2018

    Usai Pengeroyokan Tewaskan Warga, Dua Desa di Brebes Mencekam

    EKO FIDIYANTO/ RADAR BREBES
    BREBES – Pasca terjadinya aksi pengeroyokan antardesa yang menewaskan satu korban asal Desa Gegerkunci, Kecamatan Songgom, aparat melakukan penjagaan di Desa Cenang, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, Rabu (20/6) malam. Aparat kepolisian dibantu jajaran TNI dan Banser melakukan patroli di ke dua desa tersebut.

    Kapolsek Songgom AKP. Tuhirman saat dikonfirmasi mengatakan, situasi di kedua desa tersebut saat ini berangsur membaik. Pihaknya juga mengajak pemerintah desa untuk saling mengawasi warganya, sebagai langkah antisipasi adanya bentrok lanjutan yang dipicu oleh emosi warga.

    ”Alhamdulillah sekarang sudah kondusif. Saat ini pihak korban sudah menerima dan menyerahkan kasus ini pada Polri. Kami meminta para kades untuk saling mengingatkan warga agar tidak terprovokasi,” katanya saat dikonfirmasi, Kamis (21/6/2018).

    Sebelumnya, terjadi pengeroyokan tiga warga Desa Gegerkunci, Kecamatan Songgom, Selasa (18/6) malam. Aksi pengeroyokan itu dilakukan oleh sejumlah pemuda tetangga desanya, yakni Dukuh Wijahan, Desa Cenang, dan mengakibatkan tiga warga Gegerkunci tersebut mengalami luka-luka.

    Ketiga korban tersebut antaranya, Sarif Hidayatulloh, 20, dan Anggi Maulana, 24, warga Desa Gegerkunci RT 01 RW 02. Sarif mengalami luka sobek 4 sentimeter dan dirawat di pukesmas terdekat. Sedangkan Anggi mengalami luka di bagian kepala dan tak sadarkan diri, sehingga dilarikan ke RSUD Brebes.

    Korban selanjutnya yakni, Toridin, 30, warga Desa Gegerkunci, RT 12 RW 02, mengalami luka sobek di bagian kepala. Namun masih sadarkan diri dan dilarikan ke puskesmas terdekat. Anggi Maulana, yang sempat tak sadarkan diri dan dibawa ke RSUD, akhirnya meninggal setelah mendapat perawatan.

    Berdasar informasi di lapangan, aksi pengeroyokan ini terjadi pada Senin malam sekitar pukul 23.00 WIB. Peristiwanya bermula ketika ketiga korban sedang menonton hiburan organ tunggal di Dukuh Wijahan. Saat itu penonton rebut karena mungkin terjadi kesalahpahaman, lantas anggota Polsek setempat yang melaksanakan pengamanan melakukan peleraian.

    Namun saat korban meninggalkan tempat hiburan tersebut, mereka dibuntuti oleh sejumlah pemuda Dukuh Wijahan hingga terjadi pengeroyokan di bekas rel pengangkut tebu. Ketiganya dikeroyok, dengan dipukul di bagian kepala menggunakan kayu dan batu, hingga mengakibatkan korban mengalami luka.

    Kapolsek Songgom AKP Tuhirman dalam laporanya menyatakan, korban penganiayaan atas nama Anggi Maulana akhirnya meninggal dunia, Selasa (19/6) setelah sempat dirawat di RSUD Brebes. Atas kasus ini, polisi sudah menangkap 2 pelaku, yakni Aris Munandar, 23, dan Khoirul Mustain, 24. Keduanya merupakan warga Wijahan, RT 4 RW 5, Desa Cenang. ”Setelah kejadian itu, tiap malam patroli. Sambang desa dibantu para Banser dan yang lainnya,” tandasnya. (fid/fat)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top