• Berita Terkini

    HONDA BEAT

    Jumat, 22 Juni 2018

    Kenang Kejayaan Budaya Pesisir Pekalongan melalui Festival Kali Kupang

    WAHYU HIDAYAT
    PEKALONGAN- Untuk semakin memeriahkan rangkaian tradisi syawalan di Kota Pekalongan, masyarakat pesisir Kota Pekalongan bersama komunitas pecinta budaya dan Pemkot Pekalongan menggelar Festival Budaya Kali Kupang 2018, Rabu (20/6/2018).

    Kegiatan yang pertama kalinya digelar di Kota Pekalongan ini selain memeriahkan syawalan, juga untuk menapaktilasi atau mengenang kembali sejarah kejayaan budaya pesisir Kota Pekalongan, khususnya di wilayah alur sungai Kupang yang melintasi daerah Krapyak Pekalongan Utara dan sekitarnya.

    Wilayah Krapyak, Pekalongan Utara yang merupakan daerah kawasan pesisir utara Pulau Jawa, pada masa lampau punya peran strategis karena dilintasi sungai yang menjadi jalur transportasi air ke Pekalongan. Sungai juga merupakan tempat bersosialisasi antara warga pendatang dengan masyarakat setempat, sampai terjadi akulturasi budaya.
    Kegiatan yang digelar berupa kirab arak-arakan kapal, atau perahu tradisional yang dihias dengan ciri khas beberapa suku bangsa. Rutenya adalah Pelabuhan Krapyak sampai Landungsari, dengan titik finish di Taman Jlamprang.

    Wakil Ketua Panitia, Zaenal Muhibbin menerangkan, berdasar hasil penelusuran fakta sejarah, pada zaman dahulu perdagangan Nusantara melalui jalur laut dan masuk ke Pekalongan melalui sungai yang sekarang sungai itu dikenal sebagai Sungai Kupang. Sungai Kupang sendiri merupakan sungai utama yang membelah Kota Pekalongan.
    Diungkapkan pula bahwa pada zaman Mataram Islam, wilayah Krapyak dijadikan tanah perdikan (otonom) oleh kerajaan Mataram Islam karena wilayah Krapyak sebagai barak pasukan mataram saat perang melawan VOC (kompeni Belanda) di Batavia (Jakarta).

    Para pejuang atau laskar dari berbagai wilayah Nusantara seperti dari Sumbawa, Bugis, Banjar, Sampang berdatangan ke Krapyak untuk membantu kerajaan Mataram Islam. Mereka kemudian mendiami wilayah di alur sungai tersebut. Lalu, salah seorang tokoh dari Sumbawa kemudian menjuluki kali yang melintas di wilayah Krapyak dengan nama Kali Kupang atau Sungai Kupang, sebuah nama yang sama dengan nama kota di Sumbawa.

    Wilayah permukiman laskar Sumbawa, Bugis, Banjar, dan Sampang itu sekarang dikenal sebagai kampung Sumbawan, Kampung Bugisan, Kampung Banjarsari, dan Kampung Sampangan. "Festival budaya Kali Kupang diselenggarakan sebagai peringatan peristiwa sejarah keberadaan kampung-kampung Nusantara di Kota Pekalongan," katanya.
    Maka tepat apabila napak tilas dalam festival Kali Kupang ini diwujudkan dengan arak-arakan kapal hias dengan sepasang penumpang berkostum adat masing-masing suku, disertai pengawalnya. Hal ini merupakan representasi dari beragam suku yang sekarang mendiami wilayah Utara Kota Pekalongan dan membentuk kampung-kampung. Antara lain Kampung Bugisan yang dulunya didiami pendatang asal Bugis.

    Kemudian Kampung Banjarsari dari asal kata Banjar, kampung Sumbawan dari asal kata Sumbawa, kampung Sampangan dari Sampang Madura, dan Mataram sendiri yang merupakan warga keturunan Mataram Islam yang sudah lebih dulu menetap sebagai tuan rumah.

    "Para pendatang dari berbagai daerah di Nusantara itu kita simbolkan dengan kirab enam kapal di Festival Budaya Kali Kupang ini. Kegiatan seperti ini digabung menjadi satu rangkaian perayaan tradisi syawalan di Kota Pekalongan. Harapannya, dengan festival yang sarat sejarah dan tradisi Pekalongan di masa lalu ini akan memantik minat generasi muda untuk lebih memahami dan mau mempelajari sejarah," imbuhnya.

    Walikota Pekalongan HM Saelany Machfudz yang secara simbolis membuka kegiatan ini, menyampaikan apresasinya terhadap masyarakat yang menyelenggarakan kegiatan tersebut.
    Pihaknya mengharapkan melalui Festival Kali Kupang bisa dilihat bahwa sungai merupakan kehidupan dan penghidupan, maka harus dijaga bersama kelestariannya. "Kegiatan ini bisa dijadikan momentum bagi kita untuk menjaga kelestarian sungai. Jangan buang sampah, limbah, ke sungai," katanya. (way)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top