HONDA BEAT

  • Berita Terkini

    Kamis, 24 Mei 2018

    Dua Kelurahan di Tegal Dikepung Rob

    SYAMSUL FALAQ/RATEG
    TEGAL- Gelombang tinggi di laut pantai utara wilayah jawa mengakibatkan banjir rob kembali mengepung sejumlah wilayah di Kelurahan Muarareja dan Tegalsari Kecamatan Tegal Barat hingga Selasa (22/5/2018) malam. Guyuran hujan deras malam itu menambah genangan semakin melimpah di sejumlah permukiman warga di dua kelurahan tersebut.

    Berdasarkan data yang dihimpun Radar Tegal, sedikitnya 87 KK dengan jumlah 160 jiwa di lingkungan Rukun Tetangga (RT) 2/3 Kelurahan Muarareja masih bertahan di tengah genangan rob. Sebab, mereka sudah menjadi langganan dan terbiasa dengan kondisi tersebut air pasang. Sejumlah wilayah di sebagian RT 1/3 Muarareja juga terdampak genangan rob yang mengepung wilayah tersebut sejak Senin (21/5) pukul 15.00 sore lalu.

    Seperti disampaikan Tarmo, 48, yang memilih bertahan di rumah meski dikepung banjir rob karena sudah menjadi hal wajar saat gelombang air laut dalam kondisi pasang. Menurutnya, genangan rob di lingkungan permukiman warga sekitar ketinggiannya beragam mulai 10 cm-45 cm dengan lama genangan yang tidak dapat diprediksi.

    "Tidak hanya rumah warga, sejumlah bangunan dengan elevasi rendah dan belum optimalnya drainase juga menjadi sasaran genangan seperti musala Baitul Rohim," jelasnya.

    Kondisi serupa juga disampaikan M. Fauzi, 30, warga RT 10/10 Kelurahan Tegalsari yang membenarkan lingkungannya dikepung banjir rob sejak tiga hari lalu. Menurutnya, terjadinya banjir rob dipicu masuknya air laut melalui saluran pembuangan dan melimpas hingga ke jalan di samping pintu pos masuk pelabuhan sampai masuk ke gang. Kebanyakan warga juga memilih bertahan di rumah karena ketinggian genangan rob dinilai masih wajar hanya berkisar 20 cm-50 cm.

    "Jika panas matahari seharian penuh, biasanya genangan cepat surut," ujarnya.

    Menanggapi banjir rob yang dikeluhkan masyarakat, Ketua Fraksi PKS Rachmat Raharjo mengimbau agar Pemkot Tegal melalui dinas terkait untuk segera memberikan prioritas pembangunan infrastruktur di wilayah rawan banjir. Termasuk, berbagai upaya pencegahan dan penanganan kelurahan langganan rob khususnya di wilayah rawan Muarareja, Tegalsari, dan Mintaragen.

    "Dengan status langganan, seharusnya menjadi perhatian serius agar Pemkot melalui dinas terkait segera mengambil solusi konkret," tandasnya. (syf/ela)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top