HONDA BEAT

  • Berita Terkini

    Rabu, 25 April 2018

    Kisah Buaya “Boy” yang Dekat dengan Pemiliknya

    ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO
    Teringat Ditunggu Memasak saat Sahur dan Nonton TV

    Satwa liar seperti buaya ternyata juga memiliki sisi kasih sayang. Inilah gambaran “Boy”, buaya milik pasangan suami istri Beni dan Erni Sultanti, warga Desa Kagokan, Kecamatan Gatak, Sukoharjo. Mereka begitu lekat dengan hewan satu ini, sebelum akhirnya diambil Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jateng. Seperti apa ceritanya?
    ---------------------
    RYANTONO P.S, Sukoharjo
    --------------------

    SIANG kemarin (24/4/2018) menjadi hari yang berat bagi Erni Sultanti. Dia harus berpisah dengan buaya kesayangannya “Boy” setelah enam tahun bersama. Keluarga sendiri sebenarnya sangat dekat dengan buaya tersebut.

    Namun, mau tidak mau, kemarin Erni harus merelakan Boy dibawa oleh BKSDA untuk ditangkarkan di Banyumas. Berbeda dengan satwa liar lainnya, selama hidup bersama keluarga Beni, Boy memiliki sifat yang bersahabat. Mulai dari menunggui pemiliknya ketika mencuci baju, nonton TV sampai memasak di dapur. Kenangan inilah yang membuat Erni cukup berat melepaskannya.

    “Dia sering menunggu saya memasak sampai selesai. Tidak pernah namanya menggigit keluarga saya maupun tetangga. Anak-anak saya juga tidak pernah dilukai. Jinak sekali. Tapi sekarang harus berpisah dibawa ke Banyumas,” ujar Erni.

    Tak heran saat eksekusi kemarin, Erni sempat menangis harus. Sebab, banyak kenangan yang telah dia lalui bersama binatang kesayangannya ini. Salah satu kenangan yang tidak terlupakan saat ada gemuruh petir, Boy langsung keluar kandang dan mendekati rumah. Karena binatang ini takut dengan suara petir.  “Setiap Ramadan datang, Boy juga selalu menunggui masak saat sahur. Ini yang selalu kami ingat. Setelah ini pasti tidak bisa melihatnya lagi,” ujarnya.

    Karena memiliki ikatan batin cukup kuat, untuk memastikan kondisi Boy di tempat baru benar-benar baik, suaminya sampai ikut mengantar ke Banyumas. Mereka ingin buaya kesayangan tersebut bisa mendapatkan tempat nyaman dan layak di sana. Suatu saat mereka pasti akan menjenguknya di Banyumas. Hal itu, untuk mengobati rasa kangen.
    “Sebenarnya kami sudah lama melapor ke BKSDA. Sejak ditemukannya enam tahun lalu sudah kami beritahukan. Cuma eksekusinya baru sekarang. Kami tidak berat dan kami hanya teringat kenangan dengan Boy saja,” papar dia.

    Erni berharap buaya kesayangannya ini tetap mendapatkan perawatan yang baik. Makanan yang cukup. Kondisi kesehatannya juga diharapkan dipantau oleh yang mengurusnya. (*/bun)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top