Honda

Honda
Jogja
  • Berita Terkini

    Jumat, 20 April 2018

    Bayi Kembar Tiga Lahir di Kebumen

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Meski harus melalui proses persalinan dengan cara operasi caesar, namun pasangan Siti Nurohmah (23) dengan Edi Suprapto (29) warga RT 9 RW 4 Desa Kaligowong Kecamatan Wadaslintang, Wonosobo patut bersyukur. Siti Nurohmah dapat melahirkan tiga bayi kembar dengan selamat di Rumah Sakit Dr Soedirman (RSDS) Kebumen.

    Ketiga bayi yang lahir pada 17 April lalu, berkelamin perempuan laki-laki dan perempuan. Sedangkan Siti Nurohmah melahirkan pada usia kandungan 36 minggu. Tiga bayi yang dikandungnya lengkap dengan tiga plasentanya.

    Bayi lahir pertama berkelamin perempuan dengan berat 1.770 gram dengan panjang badan 43 centimeter. Bayi kedua lahir berkelamin laki-laki dengan berat 1.630 gram dengan panjang badan 45 centimeter.

    Sedangkan bayi ketiga berkelamin perempuan dengan berat 2.010  gram yang mempunyai panjang badan 45 centimeter. Bayi pertama lahir sekitar pukul 10.45 WIB, disusul semenit kemudian bayi kedua yakni pukul 10.46 WIB. Semenit kemudian yakni pukul 10.47 WIB lahir bayi ketiga.

    Dokter spesialis anak RSDS Kebumen dr H Wahyu Adiwinanto MSi Med SpA menyampaikan, ketiga bayi dalam keadaan sehat sempurna tanpa ada kelainan fisik. Kini ketiganya masih saat ini dirawat dengan inkubator di bangsal peristi. Sedangkan ibu kandungnya masih dalam tahap pemulihan di ruang ICU. “Kehamilan kembar memang dapat terjadi.  Umumnya, wanita akan menghasilkan satu sel telur (ovum). Pada bayi kembar wanita akan memproduksi lebib dari satu sel telur,” tuturnya, Kamis (19/4/2018).

    Saat sel telur dibuahi  oleh sperma (zigot) maka akan tumbuh dan berkembang menjadi bayi. Dengan demikian maka adanya bayi kembar lebih dipengaruhi oleh wanita. Sebab dalam hal ini wanita memproduksi lebih dari satu sel telur. “Awalnya dikira kembar dua, namun ternyata kembar tiga,” jelasnya.

    Meski bayi dalam kondisi stabil, namun perlu beberapa hal yang musti diperhatikan yakni asupan gizi dan perawatan ekstra. Ukuran bayi mungil lebih tidak tahan dingin dari pada bayi normal. Karena harus menyusui ketiga bayi, maka jika ASI tidak mencukupi dapat menggunakan susu sambung. “Idealnya memang harus asi eksklusif,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top